Aku Merindukanmu. . .
Ada berjuta rasa yang lama diam-diam ku pendam, ada berjuta kata rindu yang kutulis dalam diaryku pun tak mampu mengobati
rasa rindu yang bersemi dihati ini. Entah sampai kapan aku akan bertahan dalam
rasa ini, sepi dalam keramaian dan hampa tanpa sedikitpun sosokmu.
“ Aku akan
bertahan. “ jauh didalam hati ini membisikan kata itu, tapi rasa
ragu untuk bertahan pun tak pernah hilang dari fikirku tentangmu.Mengingatmu adalah hal yang tak pernah aku lupakan, selalu aku lakukan meski tak tertulis dalam deadline harianku. Sebab rasa ini sungguh tak bisa kuhilangkan walaupun telah kucoba membuangnya jauh dari ingatan.
Apa kau merindukan aku, seperti aku yang begitu merindukanmu ? apa kau mengingat aku, seperti halnya aku yang selalu terbayang senyummu ? dan apa rasa cinta itu masih ada untukku, seperti aku yang tetap menjaga cinta ini agar selalu bersemi dihatiku ? entalahh.
Aku tetap bertahan disini menanti kamu yang menjanjikan bahagia yang indah untukku dan tetap menutup hati untuk orang lain meski banyak diantara mereka yang mencoba tuk membukanya. Rasanya takan ada kunci yang mampu membuka pintu hati ini selain rangkaian cinta yang telah kau ucapkan.
Aku tak mampu lagi mencinta, bahkan mereka yang mencintapun akan pergi dengan sendirinya tanpa aku minta, karena mungkin mereka sadar, hati ini tak lagi mampu membuka sedikitpun celah untuk cinta yang datang. Bukan karena aku egois ataupun tak memikirkan hati meraka, tapi karena aku benar-benar tak tahu lagi caranya mencintai selain untuk dirimu.
Kadang juga aku berusaha mencoba membuka hati untuk mencintai selain dirimu, tapi hasilnya ? aku hanya sebatas mengaguminya, tak lebih dan memang tak bisa lebih.
Terasa sangat lama aku menyimpan rasa untukmu, rasa yang aku sendiri tak tahu kapan mulai mengisi hati ini. Tak bisa kuingat dengan mudah, karena yang aku tahu rasa ini sebenarnya hanya rasa ‘penasaran’ akan sosok misterius dirimu, hingga ahirnya menjadi rasa ‘cinta’ yang teramat sangat dalam. Berbagai cara untuk menghapusnya pun tak pernah berhasil menghapus namamu yang telah terukir indah dihati.
Kadang aku
memang terlihat bodoh karena cinta ini, sampai ahirnya aku sadar ini bukan
‘bodoh’ melainkan rasa ‘cinta’ yang baru pertama kali aku rasa.
Meskipun ada seseorang yang lain sebelum kau hadir, tapi rasanya tak sekuat ini rasa
cinta yang kurasa kepada mereka duluu. Aku mencintaimu tanpa berjuta alasan,
hanya satu yang kurasa saat bersamamu, 'rasa nyaman' yang menjadikanku sangat
bahagia ketika bersamamu.
Kau lebih
dari cahaya yang menerangi jiwaku, dan kau pun lebih dari bintang yang kerlip
indahnya mampu menjadikan hati ini lebih berwarna.
Hadirmu
laksana sakura dalam musim semi, seperti mentari yang menghangatkan jiwa yang
lelah dan seperti sejuknya aroma daun maple yang jatuh ketika musim gugur tiba.
Aku mencintaimu, aku menyayangimu dan aku harap kaulah
insan Tuhan yang akan menemani setiap langkah yang tersisa dalam hidupku, ,
menjadi cinta terahir yang indah dalam hidupku. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar