Kamis, 20 November 2014

Selamat Malam menuju Fajar. .

Mata ini masih terjaga diantara beberapa imajinasi yang terbang mengembara jauh
Meski malam telah habis dan kini telah digantikan sang pagi
Rasanya mata ini masih kekeuh saja untuk melihat betapa indahnya gelap yang Tuhan ciptakan

Inilah aku,,
Yang selalu menghabiskan malam dengan mengagumi detik - detik pergantian hari
Meskipun alarm alam yang ditandai dengan paduan suara sang ayam belum juga terdengar
Dan diarloji yang masih kupakai pun, disitu masih menunjukan pukul 00.04
Dimana 4 detik waktu pergantian malam menuju pagi baru saja dimulai
dan inilah aku, yang menikmati awal pagiku dengan senyum sebagai sapaan kepada sang fajar.

Senin, 17 November 2014

Resah diantara Hujan

Aku menatap keluar jendela kamarku
Mendekatinya, dan membukanya
Memandang sekeliling meski tak ada siapapun diluar sana
Aku menatap langit yang seolah sedang menangis
Memperhatikan setiap bulir air yang jatuh beruntunan

Hatiku mencoba menemukan sosok bahagia yang telah lama menghuni hati
Mencarinya disetiap sudut sudut hati yang sempit ini

Sabtu, 17 Mei 2014

Senja di-Pantai Itu. . .

 
Siang ini pelangi sempurna menampakkan keindahan tujuh gradasi warnanya, langit pun terlihat indah dan mempesona menghiasi siang menuju senja yang terang dipantai yang selalu ramai dikunjungi para insan yang ingin menikmati sunset yang indah. Semua pasang mata memuji kecantikan ciptaan Tuhan yang satu ini, tapi tidak dengan gadis remaja yang duduk sendiri diantara riuhnya beberapa kelompok remaja lain.
Gadis berjilbab biru muda yang duduk diantara pasir tanpa alas itu menerawang jauh menembus tujuh warna transparan pelangi yang terukir diujung pantai ini. Kerudungnya berkibar diterpa angin laut, bibir kecilnya tak bergerak sedikitpun, jemari tangannya memainkan pasir disekitarnya tanpa merasakan halus pasir tersebut, dan matanya menatap kosong kearah matahari yang beberapa jam lagi akan tenggelam.
            Balqis, gadis remaja yang hampir menginjak dewasa itu berumur 16th. Dia salah satu dari puluhan penghuni pondok pesantren putri yang terletak tak jauh dari pesisir pantai ini. Balqis selalu menyempatkan datang ke pantai, dia sangat menyukai laut, menyukai bisikan lembut angin yang menerpa raut ayu wajahnya, meskipun kadang dia harus melawan kenangan buruknya. Kenangan yang membuatnya menjadi sosok pendiam dan kenangan akan hal bodoh yang telah dia lakukan. Siang ini dia mengunjungi pantai itu sendiri, duduk dibawah pohon yang meneduhkannya serta mencoba menghilangkan penat yang menyiksa pikirannya.
Balqis mencoba untuk tidak mengingat kenangan indah bersama keluarganya, karena jika dia mengingatnya akan selalu ada air mata kesedihan yang pecah menjadi sebuah tangis. Balqis hanya selalu menyebut kedua orangtuanya dalam do.a, dalam setiap sujud – sujudnya menghadap Sang Kuasa. Dia menghusyukan diri menghadap-Nya.

Selasa, 29 April 2014

Pelangi - (ku) . .



Pelangi-(ku). . .
Kau tahu ? aku kini mulai memperhatikanmu
, memperhatiakan setiap pola garismu
, mencari arti tujuh gradasi warnamu
, dan mencoba berfikir tentang lengkung ajaibmu.
Apa kau mencoba menghipnotisku dengan sejuta keindahanmu ? Memberi pesona indah disetiap senjaku, dan kau selalu hadir saat hujan dihatiku mulai reda serta membuat iri para insan disekitarku.


Me – Ji – Ku – Hi – Bi – Ni – U.
Tujuh warnamu itu ciptakan romantisme senja ini, menerangi ruang kosong hati yang masih basah karena hujan itu.
Kau seakan jelmaan malaikat yang membantuku sadar dari sebuah harapan. Ohh. . GOD apa yang ada difikiranku ? Aku mencoba melukis skema gradasi pelangi itu sementara kanvasku masih ada gambaran sinar Bintang yang terlihat. Ia memang sudah kuhapus, tapi bayangan samar itu masih bisa kulihat, masih ada yang membekas dikanvasku meski kucoba tak peduli.
Pelangi-(ku). .
Kau kah itu ? yang mencoba membuatku melupakan bayang tentang Bintang ?
Kau kah itu ? yang memberiku cahaya lagi setelah kurasa gelap pekat yang tak kunjung pergi ?
dan kau kah itu yang berjanji menghiasai pedihku dengan tujuh pesona warnamu ?
Berhentilah. .

Rabu, 16 April 2014

Bahagia + Sedih + Galau + Kecewa = CINTA


Bahagia itu sederhana.
Disaat orang yang kita sayang tiba - tiba hadir dihadapan kita, dan secara tidak langsung dia telah memberikan sejuta kebahagiaan pada detik pertama kemunculannya itu, sesederhana itu !
Bahkan lebih dari itu, ketika kita terpisah jarak, waktu dan kesempatan dengan orang yang kita sayangi tanpa komunikasi apapun, dan secara tidak diduga dia memberikan pesan walaupun lewat massage, Fb, twitter, path, bbm atau yang lainnya, rasa rindu yang begitu lama kita pendam akan membuncah membentuk menjadi sebuah kebahagiaan yang tak bisa terucap walau sekedar kata 'aku bahagia'.


Sedih itu sederhana.
Ketika orang yang kita sayang telah melupakan kita, sedangkan kita masih dalam bayang - bayang tentangnya. Iya kadang kita sangat pintar dan cepat caranya mencitai tapi sebaliknya, kita sangat bodoh dan akan terasa lama untuk menghilangkan Dia yang kita sayang dalam hati dan fikiran kita.
Itu adalah masalah terbesar yang hampir belum bisa terselesaikan jika kita tak berfikir tentang kedepannya.
Sedangkan 80% yang mengalami hal seperti itu adalah ABG atau masih dibilang labil, karena mereka masih baru mencicipi dunia cinta. Bisa apa kita ? Mencoba memberi pengertian tentang cinta ?. Bukankah para ABG sekarang lebih pintar tentang cinta (lebih tepatnya sok tahu :D).

Jumat, 04 April 2014

Anehh



Anehh. .
Tak biasanya aku begitu merindukan Pelangi
Tak biasanya aku ingin melihat warna – warni indah itu
Bahkan tak pernah !
Iya, aku tak pernah memperhatikan Pelangi itu
Tapi rasanya aneh. .
Ketika hujan dihatiku kian reda
Aku merindukan Pelangi itu
Menginginkan warna – warni indah cahayanya
Bahkan ingin selalu melihatnya
Ini salah !
Aku tak pernah memperhatikan Pelangi itu
Bagaimana mungkin aku bisa merindukan hadirnya ?
Ini gila !

Jumat, 28 Maret 2014

Kuncup Yang Mulai Mekar. .



”Aliran darah kita sama, dan syarat hidup kita juga tercipta dari rahim yang sama, dari sosok ibu hebat yang selalu kita rindukan”.

Dua kuncup itu tak seperti pinang dibelah dua, bukan seperti bulan dan bintang yang menerangi malam. Tapi dua kuncup itu adalah bunga mawar yang tumbuh dipangkuan tangkai yang teramat sangat kuat. Iya tangkai itu sangat kuat walau angin dan hujan menerpanya berkali – kali. Ia tak izinkan siapapun menyentuh dua kuncup kesayangannya, dan tak akan lepaskan dua kuncup yang kini menjadi bagian hidupnya.
Tapi tidak, ,
Semua itu berubah, ,
Semua itu tersingkir oleh takdir, ,
Takdir yang dulu menurut kuncup pertama tak adil, ,
Iya tak adil, dulu sang kuncup pertama mengira Tuhan jahat. Apa kalian menduga ? dua kuncup kecil itu kehilangan tangkainya,tangkai yang belum seutuhnya mengajarkan aturan hidup yang benar kepada dua kuncupnya, tangkai yang seharusnya memberi pengertian atas dasar - dasar perjalanannya nanti. Kini Ia telah tumbang setelah beberapa kali merasakan rapuh dan hampir jatuh. Ia memang tetap berjuang melawan kerapuhan itu sampai ahirnya Tuhan berkata lain, Tuhan inginkan tangkai cantik itu menghiasi surgaNya. Dan pada saat itulah kuncup pertamanya mulai merasa Tuhan tak adil dalam hal ini, Apa Tuhan lupa bahwa tangkai itu masih mempunyai dua kuncup kecil yang harus dijaga ? TIDAK. Tuhan takan lupa itu. Tuhan tak akan sekejam itu, tapi lebih karena Tuhan tahu dua kuncup itu masih bisa mekar tanpa tangkai disisinya. Tuhan telah siapkan keindahan saat nanti dua kuncup itu mekar menjadi dua mawar cantik yang bersahaja. Itu pemikiran paling hebat yang dibuat oleh kuncup pertama atas kesedihan yang berlarut saat itu.

Rabu, 12 Maret 2014

Aku Berhenti Disini. .



Langkah ini tak lagi seperti kemarin saat aku masih bergegas berjalan diantara jalan bebatuan yang sempit. Aku berhenti ! lebih tepatnya ‘TERHENTI’

Rasa ini tak lagi sama, iya mungkin masih ada tapi tak sekuat dulu. Untuk sekedar mengingat pun butuh kekosongan yang sangat sulit kulakukan.
“Apa ini jawaban Tuhan ?” itu yang selalu kufikirkan, entahlah. .aku terlalu bodoh untuk mencerna semua hal yang terjadi saat ini.
“ Aku tak ingin kau pergi, tapi aku tetap tak bisa menahan rasa ini pergi “, dan aku benci ketika itu terjadi hari ini, tapi bukan kau yang pergi meninggalkanku. Tapi rasa yang sangat kuat dihatiku kini mulai melemah. Aku terlalu rapuh untuk mempertahankan rasa itu, dan efeknya kini rasa ini tak sekuat seperti setahun yang lalu. Itu juga karena kau ! kau yang seakan tak pernah peduli dengan rasa ini walau kau tahu dan merasakannya juga.

“Aku mencintaimu”. Aku sangat bahagia saat itu, kiranya satu tahun yang lalu ketika ucapan itu kau

Senin, 10 Maret 2014

Tak Lagi KITA. .


Mata ini hampir terpejam ketika tak sengaja menengok keluar jendela, dan diatas sana aku melihatnya, bulan yang terlihat berbentuk bulat sempurna terang benderang, dan tepat disampingnya ada 2 cahaya yang tercipta tak kalah terang seakan menemani sang bulan yang sendiri, iya . . 2 cahaya itu adalah bintang. Walaupun diatas sana ada banyak cahaya tapi bulan dan 2 bintang disampingnya itu seperti keindahan yang sesungguhnya.
Satu bintang terlihat sangat terang sehingga terlihat indah dan menarik diantara cahaya yang lain, sedangkan satu bintang lainnya padam, hampir tak terlihat tapi karena jarak yang dekat dengan 1 bintang yang bersinar terang dan cahaya bulan, bintang itu sedikit terlihat mempesona.
Rasa kantuk yang sedari tadi membujukku untuk segera menuju dunia mimpi kini menghilang, jelas ini bukan karena insomnia seperti yang biasa terjadi pada malam – malam sebelumnya karena memikirkan suatu hal. Tapi aku melihat keindahan alam, 3 mahluk alam yang mungkin sedang berbincang – bincang dan berbagi cerita itu.
“Kenapa hanya ada 2 bintang yang terlihat jelas disana” tiba-tiba batinku berbisik.
Aku rasa baru kali ini aku begitu antusias meperhatikan sesuatu, iya. . 3 mahluk alam itu

Jumat, 28 Februari 2014

Sang Petualang

Langkah itu seakan terbang menuju cakrawala
Berlari menembus hijaunya hutan belantara
Memeluk ganasnya ombak yang menampar
Dan. . .
Langkah itu juga mengukir jejak disetiap lereng katulistiwa

Layaknya mata sang garuda, mata itu menembus batas tantangan

Setangkai Edelweiss



Edelweiss. .
Bagi para pecinta alam bunga ini memang sudah tak asing lagi terdengar ditelinga mereka, karena bunga ini adalah salah satu symbol petualangan yang tak jarang orang memilikinya. Entah itu dari petualangannya sendiri atau bahkan dari someone special sebagai bentuk cinta mereka (Apa iya ? entahlah).
Edelweiss atau Everlasting Flower ini adalah bunga Leontopodium yang sangat menyukai sinar matahari penuh. Biasanya disebut dengan ‘Bunga Abadi’ juga, kok bisa ? ya bisa lah, suka – suka mereka yang menyebutnya dong ( haha, enggak bercanda). Sebenarnya kenapa bunga edelwaeiss itu disebut dengan bunga abadi karena bunga ini bertahan hidup cukup lama so,  mungkin karena itu bunga edelweiss juga disebut dengan bunga abadi.
Nama Latin dari bunga abadi ini adalah Anaphalis Javanica (ciyee, pinter banget,,padahal mah itu dapet dari mbah google :D). Bunga ini terlihat pada bulan April – Agustus dan fase mekar terbaiknya adalah bulan Juli – Agustus. Bunga edelweiss ini termasuk kedalam tumbuhan yang dilindungi lho, walaupun masih banyak para pendaki yang

Sabtu, 01 Februari 2014

Just a hope.... :)



                     “ Kau tetaplah bayang abu – abu yang menghamburkan lalu menghempaskan “

            Masih ada sejuta kata cinta yang takmampu ku ungkap ketika kau pergi. Ini masih tentang perasaan yang tak bisa kukendalikan semudah aku mengatur nafas agar tak tersenggal.

Dulu kauterlihat sangat nyata hadir mewarnai hariku, hingga sekarang aku sadar bahwa kau adalah fatamorgana dalam siklus cintaku. Kau hadir seperti Oase yang terlihat diluasnya gurun yang sangat gersang.

Dan kini selalu ada bayang yang tak bisa kulihat jelas karena kau memang Fatamorgana.

            Aku sulit memahami perasaanku sendiri. Mengapa begini ? Kenapa harus terjadi ? Bagaimana bisa dia melakukanini padaku ?. Terlalu banyak pertanyaan yang mengelilingi otak ku, mungkin karena dia telah jauh membawaku terbang dengan rasa cinta, namun setelah aku mulai menikmati indahnya semua hal yang kita lalui kini dia melepasku, sendiri jatuh tak beralaskan.

Untuk apa kau ucap kata cinta yang terangkai rapi saat kita bersama. Untuk apa pula harapan itu kau beri, jika itu hanya sebuah harap semu.

Selasa, 21 Januari 2014

Januarii ( Hujan Sehari - Hari ) :D

     Sepagi ini kabut hampir menutup sebagian besar jalan dan pemukiman di Kota ini, untuk hanya sekedar memandang dalam jarak 1/2 meter pun aku harus memicingkan mata agar dapat melihat dengan jelas.
Kristal bening yang langit jatuhkan pun melengkapi suasana pegunungan yang terasa sangat kental dengan suasana dingin menyejukan. Tapi, ini jauh dari kata ‘menyejukan’.

     Sudah hampir 5 hari ini, Kota yang dijuluki daerah pegunungan ini terguyur hujan yang tiada henti. Hanya dalam waktu 5 menit hujan reda dan hampir 3 jam langit menyerbukan pasukan airnya.
Yeeahhh apakah lagit sedang merasakan kegalauan yang berlebih sehingga Ia tak hentinya menangis :D. Membuat bumi ini pun terlihat kewalahan menerima tangisan itu, haha itu adalah lelucon anak - anak yang kudengar.

Selasa, 14 Januari 2014

Bintang Tigaku

Bintang Tiga
Rasa rindu yang telah lama terpendam, kini membuncah membentuk aroma kebahagiaan yang tak berwujud :)
     Langit senja sore ini menjadi saksi kebahagiaan yang bergemuruh didalam hatiku.
Kepakan sayap camar yang membentang diluasnya langitpun ikut menyerukan kebahagiaan ini, menjadi saksi kebahagiaan atas nama cinta.
     Aku bahagia hanya karena sebuah pesan singkat yang kau titipkan untukku, pesan singkat yang membuatku tak lagi gundah, tak lagi mencari dan tak lagi mencoba pergi. Aku akan tetap disini bertahan menunggu semua kebahagiaan yang akan kau ciptakan untukku. Mengarungi indahnya jalan cinta yang kita sebut dengan kebahagiaan yang sesungguhnya.
     Kita bukan hanya terpisah jarak, waktu dan kesempatan, melainkan juga komunikasi yang sama sekali tak pernah kita lakukan, tapi aku tak menyebutnya Long Distance Relationship atau biasa disebut dengan LDR, karena itu terlalu berlebihan untuk menyebut semua hal tentang kita. :D
Aku tahu kau mencintaiku, dan sebaliknya kau pun tahu tentang rasa cinta yang tercipta untukmu. Kita bagaikan 2 bintang yang bertemu dalam peraduan malam tanpa bulan.
Jalan cerita cinta kita hanya kita yang tahu, selebihnya. . mereka hanya bisa mengira dan menebak.

Senin, 06 Januari 2014

Aku Merindukanmu



Aku Merindukanmu. . .


Ada berjuta rasa yang lama diam-diam ku pendam, ada berjuta kata rindu yang kutulis dalam diaryku pun tak mampu mengobati rasa rindu yang bersemi dihati ini. Entah sampai kapan aku akan bertahan dalam rasa ini, sepi dalam keramaian dan hampa tanpa sedikitpun sosokmu.
“ Aku akan bertahan. “ jauh didalam hati ini membisikan kata itu, tapi rasa ragu untuk bertahan pun tak pernah hilang dari fikirku tentangmu.
           Mengingatmu adalah hal yang tak pernah aku lupakan, selalu aku lakukan meski tak tertulis dalam deadline harianku. Sebab rasa ini sungguh tak bisa kuhilangkan walaupun telah kucoba membuangnya jauh dari ingatan.
           Apa kau merindukan aku, seperti aku yang begitu merindukanmu ? apa kau mengingat aku, seperti halnya aku yang selalu terbayang senyummu ? dan apa rasa cinta itu masih ada untukku, seperti aku yang tetap menjaga cinta ini agar selalu bersemi dihatiku ? entalahh.

Translate