Jumat, 04 April 2014

Anehh



Anehh. .
Tak biasanya aku begitu merindukan Pelangi
Tak biasanya aku ingin melihat warna – warni indah itu
Bahkan tak pernah !
Iya, aku tak pernah memperhatikan Pelangi itu
Tapi rasanya aneh. .
Ketika hujan dihatiku kian reda
Aku merindukan Pelangi itu
Menginginkan warna – warni indah cahayanya
Bahkan ingin selalu melihatnya
Ini salah !
Aku tak pernah memperhatikan Pelangi itu
Bagaimana mungkin aku bisa merindukan hadirnya ?
Ini gila !
Apa rasaku tak lagi bisa menerka
Atau aku kehilangan perasaan yang memang tak bisa kukendalikan.
Ohh. . TIDAK !
Harusnya ini bukan perasaan rindu,
Bagaimana mungkin aku merindukan Pelangi
Disaat Bintang kini tak lagi menyinari malamku ?
Atau. .
Tuhan kini mulai mengalihkan perhatianku
Dari malam yang penuh Bintang
Sampai Bintang itu menghilang, pergi membekas jadi hujan
Dan kini hadir Pelangi saat hujan itu mulai reda.
Aku tak menginginkan ini,
Aku hanya inginkan Bintangku kembali
Iya, Bintang itu yang selalu menyinari malamku.
Tapi siiaallll !!
Aku kehilangan rasaku,
Dan kini, hanya ada cahaya Pelangi yang mulai menerangiku
Iya, Pelangi yang tak bisa kujelaskan mengapa Ia hadir.
Aku benci mengakui ini. .
“Aku kehilangan Bintangku dan kini hadir Pelangi yang mewarnaiku”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate