Anehh. .
Tak
biasanya aku begitu merindukan Pelangi
Tak
biasanya aku ingin melihat warna – warni indah itu
Bahkan
tak pernah !
Iya,
aku tak pernah memperhatikan Pelangi itu
Tapi
rasanya aneh. .
Ketika
hujan dihatiku kian reda
Aku
merindukan Pelangi itu
Menginginkan
warna – warni indah cahayanya
Bahkan
ingin selalu melihatnya
Ini
salah !
Aku
tak pernah memperhatikan Pelangi itu
Bagaimana
mungkin aku bisa merindukan hadirnya ?
Apa
rasaku tak lagi bisa menerka
Atau
aku kehilangan perasaan yang memang tak bisa kukendalikan.
Ohh.
. TIDAK !
Harusnya
ini bukan perasaan rindu,
Bagaimana
mungkin aku merindukan Pelangi
Disaat Bintang kini tak lagi menyinari malamku ?
Atau.
.
Tuhan
kini mulai mengalihkan perhatianku
Dari
malam yang penuh Bintang
Sampai
Bintang itu menghilang, pergi membekas jadi hujan
Dan
kini hadir Pelangi saat hujan itu mulai reda.
Aku
tak menginginkan ini,
Aku
hanya inginkan Bintangku kembali
Iya, Bintang itu yang selalu menyinari malamku.
Tapi
siiaallll !!
Aku
kehilangan rasaku,
Dan
kini, hanya ada cahaya Pelangi yang mulai menerangiku
Iya, Pelangi yang tak bisa kujelaskan mengapa Ia hadir.
Aku
benci mengakui ini. .
“Aku
kehilangan Bintangku dan kini hadir Pelangi yang mewarnaiku”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar