Langkah itu seakan terbang menuju cakrawala
Berlari menembus hijaunya hutan belantara
Memeluk ganasnya ombak yang menampar
Dan. . .
Langkah itu juga mengukir jejak disetiap lereng katulistiwa
Layaknya mata sang garuda, mata itu menembus batas tantangan
Hanya ingin menulis. Sebab kalimat yang terucap kadang tidak selalu menjelaskan. Jadi, izinkan aku untuk menuliskannya :)
Jumat, 28 Februari 2014
Setangkai Edelweiss
Edelweiss. .
Bagi para pecinta alam bunga ini memang
sudah tak asing lagi terdengar ditelinga mereka, karena bunga ini adalah salah
satu symbol petualangan yang tak jarang orang memilikinya. Entah itu dari
petualangannya sendiri atau bahkan dari someone special sebagai bentuk cinta
mereka (Apa iya ? entahlah).
Edelweiss atau Everlasting Flower ini
adalah bunga Leontopodium yang sangat
menyukai sinar matahari penuh. Biasanya disebut dengan ‘Bunga Abadi’ juga, kok
bisa ? ya bisa lah, suka – suka mereka yang menyebutnya dong ( haha, enggak
bercanda). Sebenarnya kenapa bunga edelwaeiss itu disebut dengan bunga abadi
karena bunga ini bertahan hidup cukup lama so, mungkin karena itu bunga edelweiss juga
disebut dengan bunga abadi.
Nama Latin dari bunga abadi ini adalah Anaphalis Javanica (ciyee, pinter
banget,,padahal mah itu dapet dari mbah google :D). Bunga ini terlihat pada
bulan April – Agustus dan fase mekar terbaiknya adalah bulan Juli – Agustus.
Bunga edelweiss ini termasuk kedalam tumbuhan yang dilindungi lho, walaupun
masih banyak para pendaki yang
Sabtu, 01 Februari 2014
Just a hope.... :)
“ Kau tetaplah bayang abu – abu
yang menghamburkan lalu menghempaskan “
Masih ada sejuta kata cinta yang takmampu ku ungkap ketika kau pergi. Ini masih
tentang perasaan yang tak bisa kukendalikan semudah aku mengatur nafas agar tak
tersenggal.
Dulu
kauterlihat sangat nyata hadir mewarnai hariku, hingga sekarang aku sadar
bahwa kau adalah fatamorgana dalam siklus cintaku. Kau hadir seperti Oase
yang terlihat diluasnya gurun yang sangat gersang.
Dan
kini selalu ada bayang yang tak bisa kulihat jelas karena kau memang
Fatamorgana.
Aku sulit memahami perasaanku sendiri. Mengapa begini ? Kenapa harus terjadi ?
Bagaimana bisa dia melakukanini padaku ?. Terlalu banyak pertanyaan yang
mengelilingi otak ku, mungkin karena dia telah jauh membawaku terbang dengan
rasa cinta, namun setelah aku mulai menikmati indahnya semua hal yang kita lalui
kini dia melepasku, sendiri jatuh tak beralaskan.
Untuk
apa kau ucap kata cinta yang terangkai rapi saat kita bersama. Untuk apa
pula harapan itu kau beri, jika itu hanya sebuah harap semu.
Langganan:
Postingan (Atom)