“ Andai saja, waktu bisa
berdamai
Dan segala keterbatasanku
Tentu,
Bisa berbagi kebahagiaan
diharimu ini.”
‘MISS YOU.’ ( - darimu, untukku )
Aku menyebutnya jarak, yang memisahkan kita berdasarkan
ruang. Kadang juga keadaan, atau sekedar sapaan, dan bahkan juga waktu. Tak
jarang, jarak juga membuat kita sesak dngan rindu yang tak berujung temu.
Aku masih disini, diruang
yang terasa hampa tanta hadirmu (dihariku) saat kubaca ulang sepucuk surat
darimu dan menemukan paragraph indah itu diakhir suratmu. Bahkan jika aku harus
menutup mata, aku hafal semua kalimat itu. Dan membayangkan hadirmu
disampingku, tapi lagi. Jarak membuatnya hanya sebatas imajinasi.
Mungkin saja benar, salah satu hal yang paling dibenci
manusia adalah menunggu. Entah itu pasti atau tidak, tapi menunggu memang
sangat membosankan. Namun bersamamu, menunggumu membuatku belajar satuhal.
Bahwa menunggu seseorang yang kita cintai sekaligus mencintai kita adalah satu
hal yang menyenangkan.
Sejak memulai cerita ini bersamamu, jangankan menunggu
hadirmu. Menunggu hatimu melihat kearah hatikupun sudah menjadi satu hal yang
sejak dulu ku perjuangkan dan masih menjadi satu hal menyenangkan yang
membuatku bahagia sejauh ini. Bersamamu. Berbagi segala rasa.