Sabtu, 19 September 2015

Jika Saja

Jika saja langkahku bebas menjejak, akan kulangkahkan kaki ini kemana hati dan ilusi mengembara
jika aku diizinkan untuk bebas bernafas dimana saja, akan ku hirup aroma meple serta sakura yang manis
Jika saja mata ini bebas memandang, akan kulihat manis dan pahitnya kehidupan yang penuh topeng ini
Jika saja tangan ini bisa melakukan apapun, akan kutampar ego serta ku genggam dunia
Jika saja otak ini mampu menolak, akan kuhapus orang – orang yang telah melukaiku
Jika mulut ini mampu membela diri, akan kuludahi caci serta maki yang kalian ucapkan
Jika hati ini mampu mengungkapkan, akan kubiarkan ia membunuh
siapapun yang menuntutku
Jika jiwa ini mampu bergerak tanpa tuntutan, akan kuraih apa yang aku inginkan tanpa banyak resah yang menggoyahkan
Jika saja aku tahu dunia adalah ladang sandiwara akan kusiapkan topeng paling mematikan untuk mereka yang mempermainkan
Jika saja. .

Untukmu yang memulai sebuah kisah

Awalnya kita hanya berbagi cerita tentang apa yang disebut bahagia
Menciptakan beberapa topik hangat tentang sebuah perasaan
Bagaimana ia hadir,
Seperti apa ia membuat kebahagiaan,
Dan mengapa ahirnya ia pergi.
Karena menurutku, munurutmu juga
Cinta itu hanya awalnya saja yang manis, setelahnya, ,
Tergantung kau mau bicara apa dan tergantung bagaimana kau melawan kejenuhan dan hambarnya cinta.
Setelah itu kau akan kalah setelah tahu bagaimana cinta mempermainkanmu dengan akhir yang berdarah - darah
atau kau akan menang ketika kau yang akan memainkan alur cinta agar ia tetap tenang dan mengerti kita sampai cinta itu berakhir dengan senyum tulus dari dua hati yang menyatu

Jumat, 18 September 2015

Cinta yang (tidak) Sempurna

Alunan petikaan gitar yang kau mainkan mulai membuatku tersenyum, waktu itu ditempat itu saatmenjelang beberapa jam kau mengantarkanku menuju kotaku. Yeah jarak akan segera menantang
kita. Meskipun akhirnya aku tahu, sebuah lirik lagu pun kadang terlalu berlebihan mengartikan sebuah rasa.

Seperti bintang dilangit, begitu cinta kita
Takan pernah binasa, meski terhapus masa
Terimakasih Tuhan,kau telah sempurnakan
Perlahan kau ciptakan, dia untuk diriku

Rindu

Seperti ombak yang tak pernah lelah merindukan pantai meskipun gelap membutakan malam,
Harusnya rindu juga selalu memperkuat meskipun jarak masih tak mampu mendamaikan.
Seperti senja yang menenggelamkan matahari dengan lembayung jingganya,
Seperti itulah rindu seharusnya tercipta hingga mengalahkan ego yang membara.
Bukan seperti ombak yang selalu menghantam pertahanan karang, dan menghancurkannya berkeping – keping.
Atau bukan pula seperti merah menyalanya senja yang membakar habis birunya langit.
Rindu tak sejahat itu.

Translate