Jumat, 18 September 2015

Cinta yang (tidak) Sempurna

Alunan petikaan gitar yang kau mainkan mulai membuatku tersenyum, waktu itu ditempat itu saatmenjelang beberapa jam kau mengantarkanku menuju kotaku. Yeah jarak akan segera menantang
kita. Meskipun akhirnya aku tahu, sebuah lirik lagu pun kadang terlalu berlebihan mengartikan sebuah rasa.

Seperti bintang dilangit, begitu cinta kita
Takan pernah binasa, meski terhapus masa
Terimakasih Tuhan,kau telah sempurnakan
Perlahan kau ciptakan, dia untuk diriku
Seperti bintang dilangit, begitu cinta kita. Kau selalu mengibaratkan cinta kita seperti indahnya kerlip kecil dilangit malam, bintang! cinta kita tak secantik itu, jangan berlebihan. Nanti Tuhan marah jika sesuatu yang kau ciptakan sendiri, lalu kau sandingkan dengan indahnya ciptaan Tuhan, jangan!
Takan pernah binasa, meski terhapus masa. Oh, right ? takan terhapus masa ? lalu jika kejenuhan menghampirimu, apa hatimu kuat ? jawabnya simple, tergantung iman.
Terimakasih Tuhan, kau telah sempurnakan. Hey sayang, jangan kau bawa nama Tuhan jika perasaanmu masih terombang – ambing. Jangan terlalu manis jika akhirnya sempurna yang kuciptakan masih membuatmu membagi hati.
Perlahan kau ciptakan, dia untuk diriku. Dia siapa yang kau maksud, kau berada disini tapi bagaimana dengan hatimu ? dalam hati siapa saja kau bagi kepingan hati itu.

Aku bukan pujangga, yang pandai rangkai kata
Yang kupunya hanyalah, hanya segenggam cinta
Saat kita melaju, diatas dua roda
Genggam erat pundakku, saat meninggalkanmu

Aku bukan pujangga, yang pandai rangkai kata. Karena kau adalah pujangga yang pandai merangkai kata manis yang memabukkan. Tapi sayang, faktanya sih tetep.NOL BESAR.
Yang kupunya hanyalah, hanya segenggam cinta. Iya kau punya segenggam cinta, tapi bukan hanya untukku saja, tapi untuk dia, dia yang lain, dia yang disana, dan dia yang lain lagi.
Saat kita melaju, diatas dua roda. Bahagia memang jika sedang bersamamu, berdua menelusuri jalan, ah its so beutifull dear. Tapi tragis ye, kalo ternyata gitu juga sama cewe lain, haha.
Genggam erat pundakku, saat meninggalkanmu. Bait ini masih tak bisa ku mengerti, akankah kau akan meninggalkanku ? bagaimana aku menggenggam erat pundakku jika kau pergi tanpa sepengetahuanku,bodoh.

Lupakan aku, bila itu yang terbaik untukmu
Jangan pernah kau tanyakan cinta
Dan ketulusan yang kau pun tak punya
Biarlah, aku akan pergi
Tinggalkan semua cinta ini, selamanya

Lupakan aku, bila itu yang terbaik untukmu. Jelas ini terbaik untukku, jika kamu lebih memilihnya dibanding aku, kali ini kau benar kehilangan seseorang yang menyayangimu dengan tulus.
Jangan pernah kau tanyakan cinta. Ah lagi – lagi kau bercanda, dengarkan. Aku tak akan tanyakan cinta kepada seorang penjerat hati banyak wantita, kau tenang saja.
Dan ketulusan yang kau pun tak punya. Jangan bicara kata ‘tulus’, karena mungkin setelah ini kau akan menyesali ketulusan yang telah kau sia – siakan.
Biarlah aku akan pergi, tinggalkan semua cinta ini. Selamanya. Say good bye dear, kau akan tetap kubingkai manis dalam sweet moment yang hanya tercipta untukmu, terimakasih waktu dan lukanya. Kau ajarkan aku satu cara memberi luka dengan sangat hati – hati, tapi mematikan. Tapi aku tak bisa sejahat kamu, jadi ajaranmu sia – sia.

Patahkanlah sayapku, saat aku mencoba
Berpaling dari kasih dan sayangmu
Maka bunuhlah aku,bila aku mencoba
Berpaling dan mencarimu penggantimu

Patahkanlah sayapku,saat aku mencoba berpaling dari kasih sayangmu. Benarkah tentang bait yang satu ini. Kau menyakitiku terlalu dalam, dan jika ini masih berlaku aku akan melakukannya, mematahkan sayapmu sampai habis. Tega ? harus dong, kau saja tega menggores luka dihatiku, kenapa aku tidak.
Maka bunuhlah aku, bila aku mencoba berpaling dan mencari penggantimu. Oke, sekarang kau pilih. Kau ingin mati perlahan atau sekejap. Kau akan rasakan bagaimana sakitnya aku, dan kau akan tahu bahwa cinta tidak seindah bintang seperti yang kau nyanyikan. Cinta tak seindah bait- bait lagu yang kau lantunkan.

(Kangen Band-Cinta yang Sempurna)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate