Alunan petikaan gitar yang kau mainkan
mulai membuatku tersenyum, waktu itu ditempat itu saatmenjelang beberapa jam
kau mengantarkanku menuju kotaku. Yeah jarak akan segera menantang
kita.
Meskipun akhirnya aku tahu, sebuah lirik lagu pun kadang terlalu berlebihan
mengartikan sebuah rasa.
Seperti bintang dilangit, begitu cinta kita
Takan pernah binasa, meski terhapus masa
Terimakasih Tuhan,kau telah sempurnakan
Perlahan kau ciptakan, dia untuk diriku
Takan pernah
binasa, meski terhapus masa. Oh, right ? takan terhapus masa ? lalu jika
kejenuhan menghampirimu, apa hatimu kuat ? jawabnya simple, tergantung iman.
Terimakasih
Tuhan, kau telah sempurnakan. Hey sayang, jangan kau bawa nama Tuhan
jika perasaanmu masih terombang – ambing. Jangan terlalu manis jika akhirnya
sempurna yang kuciptakan masih membuatmu membagi hati.
Perlahan kau
ciptakan, dia untuk diriku. Dia siapa yang kau maksud, kau berada disini tapi
bagaimana dengan hatimu ? dalam hati siapa saja kau bagi kepingan hati itu.
Aku bukan
pujangga, yang pandai rangkai kata
Yang kupunya
hanyalah, hanya segenggam cinta
Saat kita
melaju, diatas dua roda
Genggam erat
pundakku, saat meninggalkanmu
Aku bukan
pujangga, yang pandai rangkai kata. Karena kau adalah pujangga yang pandai
merangkai kata manis yang memabukkan. Tapi sayang, faktanya sih tetep.NOL
BESAR.
Yang kupunya
hanyalah, hanya segenggam cinta. Iya kau punya segenggam cinta, tapi
bukan hanya untukku saja, tapi untuk dia, dia yang lain, dia yang disana, dan
dia yang lain lagi.
Saat kita
melaju, diatas dua roda. Bahagia memang jika sedang bersamamu, berdua
menelusuri jalan, ah its so beutifull dear. Tapi tragis ye, kalo ternyata gitu
juga sama cewe lain, haha.
Genggam erat pundakku,
saat meninggalkanmu.
Bait ini masih tak bisa ku mengerti, akankah kau akan meninggalkanku ?
bagaimana aku menggenggam erat pundakku jika kau pergi tanpa
sepengetahuanku,bodoh.
Lupakan aku,
bila itu yang terbaik untukmu
Jangan pernah
kau tanyakan cinta
Dan ketulusan
yang kau pun tak punya
Biarlah, aku
akan pergi
Tinggalkan semua
cinta ini, selamanya
Lupakan aku,
bila itu yang terbaik untukmu. Jelas ini terbaik untukku, jika kamu
lebih memilihnya dibanding aku, kali ini kau benar kehilangan seseorang yang
menyayangimu dengan tulus.
Jangan pernah
kau tanyakan cinta.
Ah lagi – lagi kau bercanda, dengarkan. Aku tak akan tanyakan cinta kepada
seorang penjerat hati banyak wantita, kau tenang saja.
Dan ketulusan
yang kau pun tak punya. Jangan bicara kata ‘tulus’, karena mungkin setelah
ini kau akan menyesali ketulusan yang telah kau sia – siakan.
Biarlah aku akan
pergi, tinggalkan semua cinta ini. Selamanya.
Say good bye dear, kau akan tetap kubingkai manis dalam sweet moment yang hanya
tercipta untukmu, terimakasih waktu dan lukanya. Kau ajarkan aku satu cara
memberi luka dengan sangat hati – hati, tapi mematikan. Tapi aku tak bisa
sejahat kamu, jadi ajaranmu sia – sia.
Patahkanlah
sayapku, saat aku mencoba
Berpaling dari
kasih dan sayangmu
Maka bunuhlah
aku,bila aku mencoba
Berpaling dan
mencarimu penggantimu
Patahkanlah
sayapku,saat aku mencoba berpaling dari kasih sayangmu. Benarkah tentang
bait yang satu ini. Kau menyakitiku terlalu dalam, dan jika ini masih berlaku
aku akan melakukannya, mematahkan sayapmu sampai habis. Tega ? harus dong, kau saja
tega menggores luka dihatiku, kenapa aku tidak.
Maka bunuhlah
aku, bila aku mencoba berpaling dan mencari penggantimu. Oke, sekarang
kau pilih. Kau ingin mati perlahan atau sekejap. Kau akan rasakan bagaimana
sakitnya aku, dan kau akan tahu bahwa cinta tidak seindah bintang seperti yang
kau nyanyikan. Cinta tak seindah bait- bait lagu yang kau lantunkan.
(Kangen
Band-Cinta yang Sempurna)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar