Sabtu, 19 September 2015

Jika Saja

Jika saja langkahku bebas menjejak, akan kulangkahkan kaki ini kemana hati dan ilusi mengembara
jika aku diizinkan untuk bebas bernafas dimana saja, akan ku hirup aroma meple serta sakura yang manis
Jika saja mata ini bebas memandang, akan kulihat manis dan pahitnya kehidupan yang penuh topeng ini
Jika saja tangan ini bisa melakukan apapun, akan kutampar ego serta ku genggam dunia
Jika saja otak ini mampu menolak, akan kuhapus orang – orang yang telah melukaiku
Jika mulut ini mampu membela diri, akan kuludahi caci serta maki yang kalian ucapkan
Jika hati ini mampu mengungkapkan, akan kubiarkan ia membunuh
siapapun yang menuntutku
Jika jiwa ini mampu bergerak tanpa tuntutan, akan kuraih apa yang aku inginkan tanpa banyak resah yang menggoyahkan
Jika saja aku tahu dunia adalah ladang sandiwara akan kusiapkan topeng paling mematikan untuk mereka yang mempermainkan
Jika saja. .

Itu hanya sebagian ‘Jika saja’ yang mungkin ku ugkapkan sebagai penenang akan tuntutan – tuntutan manusia.
Sedangkan bagi Tuhan-mu, tidak ada kata ‘Jika saja’ selama apa yang kau percaya dan langkah mimpimu adalah yang terbaik serta dapat kau raih.
Karena Tuhan-mu tak memberi apa yang kau inginkan, tapi lebih ke- apa yang kau butuhkan.
Benarkah ?
‘Ah! Jika saja Tuhan tahu apa yang aku butuhkan, mungkin Ia akan menghilangkan tuntutan – tuntutan yang membebani setiap langkah dalam mimpiku’ ujar seseorang menggoyahkanku.
Tapi lagi, Tuhan tak mengenal kata ‘Jika saja’ karena rencanaNya selalu lebih baik dari apa yang kau perhitungkan.
Mungkin apa yang kau inginkan bukan apa yang kau butuhkan menurut Tuhan, lalu. .bagaimana kita tahu mana yang sekedar diinginkan dan mana yang sebenarnya dibutuhkan.
Jawabnya : kau hanya perlu berfikir lebih luas dalam dewasamu dan tidak hanya dari satu pemikiran saja, karena setiap tindakan akan ada baik, buruk,resiko, dan untungnya. Semuanya memiliki porsinya masing – masing, maka berfikirlah  dengan tepat bukan hanya berfikir dengan benar.
Karena sebuah kata ‘Jika Saja’ itu hanya sekedar kiasan dalam pemikiranmu. Jangan jadikan itu sebagai alasanmu untuk tetap tidur dan tak beranjak dari mimpi – mimpimu. Tapi menginginkan mimpimu terwujud.
Bangun ! dan mulailah melangkah wujudkan mimpimu. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate