Jumat, 29 Mei 2015

Deklarasi Hati



Aku ingin tertidur lelap malam ini
Tak ingin bercinta dengan indahnya malam seperti biasanya
Karena malam pun tahu pelukanku akan hambar saat bercinta dengannya,
Sampai akhirnya ia meminta bintang dan bulan untuk tidak menyapaku di sepertiga malam ini.


Selasa, 26 Mei 2015

Sapaan Pagi..

Untukmu yang pagi ini menyapaku dengan suara diujung telepon
Kita masih sama - sama dengan apa yang kita lakukan
Bangun pagi dengan melaksanakan 2 rokaat kewajiban
Berdo'a untuk rindu - rindu yang telah kita tata rapi
Dan setelah itu selalu ada namamu didering awal pagi ponselku
Meskipun aku tahu, kau bukan penikmat fajar yang romantis

Egkau yang hatinya terluka..


Engkau yang sedang patah hati
menangislah dan jangan ragu ungkapkan
betapa pedih hati yang tersakiti
racun yang membunuhmu secara perlahan
engkau yang saat ini pilu
betapa menanggung beban kepedihan
tumpahkan sakit itu dalam tangismu
yang menusuk relung hati yang paling dalam..
(last Child - Pedih)


Mungkin bagimu cinta itu sekedar kebahagiaan ketika kau sedang berdua bersamanya.
Mungkin juga bagimu kenyamanan dalam sebuah cinta itu wujud bahwa kau dan dia akan selalu bersama
Atau kau anggap cinta sebagai naluri bahagia yang kau ciptakan sendiri, oh tidak! Maksudku, hanya nalurimu yang mengatakan bahwa saat bersamanya itu adalah bahagia atas dasar cinta

Surat untuk Ayah Terhebat



Ayah. .
Aku masih mengingat jelas senyum bahagiamu, meski kini lama aku tak menjumpainya
Aku selalu terngiang amarahmu saat aku mulai nakal, meski kini aku jarang mendengarnya lagi
Ketika ku sadari bahwa mata tajammu yang ajarkan aku ketegasan
Sikap kerasmu yang ajari aku cara berdiri tegar
Keras kepalamu yang menjadikanku kekeuh pada satu pendirian
Dan rasa sayangmu yang membuatku menjadi orang paling bahagia karena mempunyai sosok sepertimu
Itu adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan untuk melengkapi sempurnaku

Kamis, 14 Mei 2015

Kamu yang Aku Lewatkan

                                                                                                                                                                  Haii. .
Selamat datang. .
Kamu ? Apa yang kamu lakukan disini (hati)?
Bagaimana kamu bisa berada disini (hati) ?
Apaa ?! Pendatang baruu ??
Bagaimana mungkin..

Setidaknya itulah beberapa tanya hati dan pikiran yang tidak aku mengerti.
Pendatang baru !

Orang baru ?

Kebahagiaan baru ?
Apa aku perlu menyapamu dengan senyuman manis serta kata - kata indah ? 
atau aku harus bertanya kenapa kamu hadir tanpa sepengetahuan hatiku.
Ohh.. atau bahkan aku harus menyapamu dengan lembut sekaligus bertanya kenapa kamu hadir ketika aku sedang mencoba berdiri sendiri ? Sepertinya begitu.

Kamu dengan tiba – tiba mengalihkan jiwa yang mungkin lelah dengan cara yang tidak terlihat nyata. Meski tanpa paksa, sepertinya kamu seseorang yang sangat berhati - hati dalam bertindak. Hanya dengan membuat rasa nyaman baru, kau bisa mengalihkan perasaan yang lama dan merebut semua perhatianku.
Setidaknya itu yang aku rasa.

Rasa Baru



Ada sejuta voltase cinta yang kini mulai memasuki relung hati
Ia bukan hanya menggetarkan jiwa, tapi juga membuat resah hati yang masih terbalut nama
Disini (baca:hati) masih ada setetes embun yang menyejukan
Embun yang sepersekian detik ini masih selalu memberi kedamainnya
Tapi kini semua itu seakan menghilang tak berbekas
Hanya dengan setitik rasa yang baru Ia tak dapat terjamah lagi oleh perasaan
Berganti dengan rasa baru yang sulit dijelaskan
Rasa yang baru kusadari ketika jemariku terpati dijemarinya
Ketika disela – sela jemariku tergengnggam jemarinya
Ia seakan menuntunku terbang dari harapan tentang kedamaian yang semu itu
Memberi janji pasti atas nama cinta dengan caranya sendiri

Minggu, 10 Mei 2015

Goresan dari sebuah pertanyaan hati


Menurutmu, Aku dan Kamu itu bagaimana ?
Dari sekian banyak pertanyaan yang menghampiri sudut – sudut otakku, hanya pertanyaan ini yang terdengar konyol tapi sulit untuk aku jawab. Bukan karena aku tak bisa menjawab, hanya saja aku terlalu takut untuk menyiratkan semua perasaan yang hadir sebulan terakhir ini dalam sebuah tulisan. Takut jika apa yang kutulis tak sebahagia apa yang sudah kamu berikan.
Sebelumnya, aku tidak pernah tidak bisa berfikir hanya karena aku jatuh cinta, biasanya dalam perasaan se(menyenangkan) ini akan ada banyak tulisan – tulisan manis yang kuciptakan. But not for feeling this one, it’s too strong and specials.

Syair di penghujung malam


Untuk jiwa – jiwa yang berpeluh dalam memperjuangkan bahagianya

Langit mulai tampak hitam dengan balutan awan yang menggumpal, menandakan malam yang segera tergantikan pagi. Hanya satu bintang di ufuk timur yang kerlipnya masih terlihat meskipun samar, tapi memberikan satu sinar ssemangat kepada jiwa yang mulai lelah.
Hening. .
Tak ada tanda kehidupan manusia disepertiga menuju pagi ini, seakan lelah seharian mengukir asa dan jutaan cerita yang Tuhan gariskan. Hanya derik lengking suara jangkrik serta cicit burung dan tikus malam yang sedang bersiap menjamu pagi.

Tangis itu. .



Tangis itu meredakan amarah
Tangis itu melegakan ruang yang penuh beban
Tangis itu merenggangkan ketika hati terasa sesak
Tangis itu melepaskan penat dihati
Tangis itu keikhlasan
Tangis itu menghempaskan pikiran yang tak penting dalam kepala
Tangis itu ungkapan ketika mulut tak mampu lagi berkata
Tangis itu butiran kristal yang menghancurkan kesedihan
Dan percayalah, tangis itu kebahagiaan
Menangislah. .
Menangislah sekeras yang kau bisa
Karena Allah memeluk erat hambaNya yang menangis di atas garis jalan yang Dia tentukan.

Translate