Minggu, 10 Mei 2015

Syair di penghujung malam


Untuk jiwa – jiwa yang berpeluh dalam memperjuangkan bahagianya

Langit mulai tampak hitam dengan balutan awan yang menggumpal, menandakan malam yang segera tergantikan pagi. Hanya satu bintang di ufuk timur yang kerlipnya masih terlihat meskipun samar, tapi memberikan satu sinar ssemangat kepada jiwa yang mulai lelah.
Hening. .
Tak ada tanda kehidupan manusia disepertiga menuju pagi ini, seakan lelah seharian mengukir asa dan jutaan cerita yang Tuhan gariskan. Hanya derik lengking suara jangkrik serta cicit burung dan tikus malam yang sedang bersiap menjamu pagi.

Sepi. .
Tak ada siapapun.  Hembus kecil sepoy angin pun dapat terdengar jelas dalam alunan syahdu alam. Menghadrikan berbagai macam pertanyaan yang menyesakkan relung hati.
Nyanyian malam yang segera tergantikan pun mulai terdengar menyayat jiwa. Meronta memaksa ingin lebih lama melelapkan jiwa – jiwa yang berpeluh. Iramanya menggores hati tanpa kepedulian, menyebar luaskan racun kerinduan teramat dalam kepada sang pencipta kebahagiaan.
Haya aku, sendiri. Duduk diberanda kamar dengan alunan musik klasik yang syahdu. Menatap ke atas dan berharap menemukan satu sinar harapan yang mungkin masih bisa kuraih.
Tuhan, kupanjatkan segala harap kepadaMu sang agung pemilik alam raya ini.
Mantapkanlah langkah hamba – hambaMu yang inginkah berkah dan anugerah.
Eratkanlah pelukanMu ketika jiwa – jiwa itu berada dalam keputus asaan.
Berikanlah kobaran semangat kepada insanMu lewat sujud – sujud khusyuknya.
Serta tegaskanlah pada jiwa – jiwa itu bahwa setiap lekuk tajam jalan ciptaanMu akan tercipta keindahan setelah usaha dan semangatnya yang tak tergoyahkan.
Untuk jiwa – jiwa yang berpeluh dalam memperjuangkan bahagianya, tetaplah tersenyum dalam setiap musim menuju bahagiamu. Tuhan selalu memperhitungkan setiap keringat yang menetes diantara lelahmu.
Perjalanan ini indah, nikmatilah setiap langkah yang kau pijakkan di alam yang hanya sekali saja ini kau jelajahi, baik itu bahagia atau sedih. Karena setidak menyenangkannya langkah itu kau akan merindukannya suatu saat nanti. Saat langkahmu telah terukir pasti dengan bahagia yang Tuhan berikan. Keep strugle and keep istiqomah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate