Ayah.
.
Aku
masih mengingat jelas senyum bahagiamu, meski kini lama aku tak menjumpainya
Aku
selalu terngiang amarahmu saat aku mulai nakal, meski kini aku jarang
mendengarnya lagi
Ketika
ku sadari bahwa mata tajammu yang ajarkan aku ketegasan
Sikap
kerasmu yang ajari aku cara berdiri tegar
Keras
kepalamu yang menjadikanku kekeuh pada satu pendirian
Dan
rasa sayangmu yang membuatku menjadi orang paling bahagia karena mempunyai
sosok sepertimu
Itu
adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan untuk melengkapi sempurnaku
Apa
engkau tahu ?
Kini,
rinduku seluas samudera
Membentang
jauh hingga tak bisa lagi kuredam
Tapi
tak ada kata kadaluarsa untuk rindu pada sosok hebatmu bukan ?
Meskipun
kadang amarahmu membuatku resah
Sikap
kerasmu menjadikanku membencimu beberapa waktu
Dan
ketika laranganmu selalu kuingkari karena menurutku itu konyol
Tapi
percayalah,
Didetik
pertama aku mendengar suaramu ketika aku lahir
Tuhan
telah menitipkan sejuta berkah padaku untukmu
Untuk
menjadi bagianmu yang lain yang akan menjadi satu dari sekian banyaknya pintu
masukmu ke surgaNya
Tak
lepas dari semua itu, itu pun tak cukup untuk membalas semua jasamu
Tapi
aku berjanji untuk tetap berada disisimu sampai nanti ketika rambutmu mulai
memutih wujud engkau telah sekian lama menjagaku
Sampai
nanti ketika aku menuntunmu menikmati sinar matahari pagi untuk menghangatkan
tubuhmu yang mulai lelah
dan
ketika nanti peluhmu menjadi satu wujud kebahagiaanku yang selalu kau
perjuangkan.
Tuhan
akan mengizinkan kita untuk duduk bersama lagi di meja makan
Bercanda
riuh dengan berbagi cerita diruang keluarga
Dan
jika saja bisa kupinta, bahagia sekali rasanya jika bisa melihatmu lagi
membenarkan selimut saat ku tertidur
Karena
kau tak akan membiarkan seekor nyamuk pun mengambil setitik darahku.
Terimakasih
Ayah, untuk waktu – waktu yang kau perjuangkan untukku
Untuk
bahagia yang selalu kau ciptakan saat pedihku
Terimakasih
telah menjadi Ayahku di dunia ini
Aku
harap aku akan memanggilmu Ayah lagi nanti di surga
Dan
terimakasih telah menjadi sosok ibu meskipun kau tak sehandal ibu
Tapi
aku bahagia memiliki lelaki sepertimu
Terimakasih
juga telah menyempurnakan sebagian hati ibu
Beliau
tetap dihatimu, dihati kita yang menyayanginya
Aku
menyayangimu Ayah..
Izinkan
aku membanggakanmu, sebagai salah satu bentuk terimakasihku meskipun lagi, itu tak
akan pernah cukup.
Restui
setiap langkah yang kurencanakan untuk membahgiakanmu, membahagiakan keluarga
kecil kita dengan caraku
Caraku
yang lagi – lagi membuatmu berfikir bahwa aku selalu menentangmu.
Ayah,
dengarkan aku. .
Aku
sudah dewasa walau kadang sikap manjaku masih terlalu berlebihan
Tapi
aku tahu mana yang baik atau tidak untukku
Mungkin
sikap keras kepalamu yang sangat kau turunkan untuk putri pertamamu ini
Hingga
aku kekeuh pada apa yang ingin aku lakukan, dan itu tak lepas dari caraku untuk
memberi yang terbaik untuk kalian.
Terimakasih
untuk waktu – waktu yang penuh warna
Satu
hal yang harus tetap kau ingat, Aku beruntung mempunyai lelaki terhebat
sepertimu. Ayah!! :)
‘You simply believe and give
me a blessing to it, and i will make the happiness again for our small family. I Promise!'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar