Selasa, 26 Mei 2015

Surat untuk Ayah Terhebat



Ayah. .
Aku masih mengingat jelas senyum bahagiamu, meski kini lama aku tak menjumpainya
Aku selalu terngiang amarahmu saat aku mulai nakal, meski kini aku jarang mendengarnya lagi
Ketika ku sadari bahwa mata tajammu yang ajarkan aku ketegasan
Sikap kerasmu yang ajari aku cara berdiri tegar
Keras kepalamu yang menjadikanku kekeuh pada satu pendirian
Dan rasa sayangmu yang membuatku menjadi orang paling bahagia karena mempunyai sosok sepertimu
Itu adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan untuk melengkapi sempurnaku
Ayah. .
Apa engkau tahu ?
Kini, rinduku seluas samudera
Membentang jauh hingga tak bisa lagi kuredam
Tapi tak ada kata kadaluarsa untuk rindu pada sosok hebatmu bukan ?
Meskipun kadang amarahmu membuatku resah
Sikap kerasmu menjadikanku membencimu beberapa waktu
Dan ketika laranganmu selalu kuingkari karena menurutku itu konyol
Tapi percayalah,
Didetik pertama aku mendengar suaramu ketika aku lahir
Tuhan telah menitipkan sejuta berkah padaku untukmu
Untuk menjadi bagianmu yang lain yang akan menjadi satu dari sekian banyaknya pintu masukmu ke surgaNya
Tak lepas dari semua itu, itu pun tak cukup untuk membalas semua jasamu
Tapi aku berjanji untuk tetap berada disisimu sampai nanti ketika rambutmu mulai memutih wujud engkau telah sekian lama menjagaku
Sampai nanti ketika aku menuntunmu menikmati sinar matahari pagi untuk menghangatkan tubuhmu yang mulai lelah
dan ketika nanti peluhmu menjadi satu wujud kebahagiaanku yang selalu kau perjuangkan.

Tuhan akan mengizinkan kita untuk duduk bersama lagi di meja makan
Bercanda riuh dengan berbagi cerita diruang keluarga
Dan jika saja bisa kupinta, bahagia sekali rasanya jika bisa melihatmu lagi membenarkan selimut saat ku tertidur
Karena kau tak akan membiarkan seekor nyamuk pun mengambil setitik darahku.

Terimakasih Ayah, untuk waktu – waktu yang kau perjuangkan untukku
Untuk bahagia yang selalu kau ciptakan saat pedihku
Terimakasih telah menjadi Ayahku di dunia ini
Aku harap aku akan memanggilmu Ayah lagi nanti di surga
Dan terimakasih telah menjadi sosok ibu meskipun kau tak sehandal ibu
Tapi aku bahagia memiliki lelaki sepertimu
Terimakasih juga telah menyempurnakan sebagian hati ibu
Beliau tetap dihatimu, dihati kita yang menyayanginya
Aku menyayangimu Ayah..
Izinkan aku membanggakanmu, sebagai salah satu bentuk terimakasihku meskipun lagi, itu tak akan pernah cukup.
Restui setiap langkah yang kurencanakan untuk membahgiakanmu, membahagiakan keluarga kecil kita dengan caraku
Caraku yang lagi – lagi membuatmu berfikir bahwa aku selalu menentangmu.

Ayah, dengarkan aku. .
Aku sudah dewasa walau kadang sikap manjaku masih terlalu berlebihan
Tapi aku tahu mana yang baik atau tidak untukku
Mungkin sikap keras kepalamu yang sangat kau turunkan untuk putri pertamamu ini
Hingga aku kekeuh pada apa yang ingin aku lakukan, dan itu tak lepas dari caraku untuk memberi yang terbaik untuk kalian.
Terimakasih untuk waktu – waktu yang penuh warna
Satu hal yang harus tetap kau ingat, Aku beruntung mempunyai lelaki terhebat sepertimu. Ayah!! :)

‘You simply believe and give me a blessing to it, and i will make the happiness again for our small family. I Promise!'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate