Kamis, 14 Mei 2015

Rasa Baru



Ada sejuta voltase cinta yang kini mulai memasuki relung hati
Ia bukan hanya menggetarkan jiwa, tapi juga membuat resah hati yang masih terbalut nama
Disini (baca:hati) masih ada setetes embun yang menyejukan
Embun yang sepersekian detik ini masih selalu memberi kedamainnya
Tapi kini semua itu seakan menghilang tak berbekas
Hanya dengan setitik rasa yang baru Ia tak dapat terjamah lagi oleh perasaan
Berganti dengan rasa baru yang sulit dijelaskan
Rasa yang baru kusadari ketika jemariku terpati dijemarinya
Ketika disela – sela jemariku tergengnggam jemarinya
Ia seakan menuntunku terbang dari harapan tentang kedamaian yang semu itu
Memberi janji pasti atas nama cinta dengan caranya sendiri

Ia laksana air yang membawaku kearah arus yang berbeda
Berjalan tenang meski ada arus besar yang mencoba memisahkan
Ia tetap erat mengajakku untuk mengikuti alurnya
Alur yang berbeda yang ia ciptakan dengan ketulusannya
Ia membawaku menuju jalan – jalan baru yang sulit kutemui sebelumnya
Membuat hati yang dulu penuh dengan sebuah harapan semu,
Menjadi layaknya burung yang lepas dari sangkarnya
Menikmati udara kebebasan karena tak lagi dalam siklus fatamorganaa cinta

Benar, ia membuatku bersanding damai dengan cinta
Memberi makna berbeda tentang rasa yang seharusnya tak pernah berharap lebih dalam ketidakpastian
Dan kini ia membuktikannya, membangunkan aku dari tidur panjangku
Mengulurkan tangannya ketika aku tak mampu lagi berdiri
Lalu iya mengajakku menjauh dari jalan yang kutempuh sebelumnya
Ia menuntun dan terus tersenyum mengajakku mengikuti jalan baru

Ini adalah rasa baru yang entah bagaimana aku sulit menerjemahkannya
Dan aku bahagia, iya bahagia untuk perasaan yang baru kusadari ini
Teruslah berikan rasa nyaman itu
Jangan jadikan semua kebahagiaan ini hanya awal yang indah untuk akhir yang penuh luka
Dan terimakasih untuk rasa baru yang membuatku bahagia untuk kesan pertama kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate