Minggu, 10 Juli 2016

Musim Gugur

Gugur. Musim kali ini bercerita tentang sebuah usaha melepaskan.
Aku duduk dikursi panjang sebuah taman diantara maple yang menguning dan berserakan diantara tanah – tanah yang mulai kehausan. Sendiri.
Tak biasanya aku suka duduk sendiri dikeramaian hilir mudik pasangan yang bergandengan tangan menikmati harumnya maple. Rasanya seperti alien diantara para manusia bumi, kamu tahu itu. Aku tak suka sendiri.
Sebelum ini, selalu ada kamu yang duduk disampingku menikmati musim – musim yang berganti. Menikmati bulir – bulir salju yang turun dari langit dan membuat bola salju untuk bermain, menghirup segar aroma bunga – bunga musim semi dengan hati yang selalu berbunga karena bersamamu dan menikmati hangatnya musim gugur serta mengumpulan daun – dau maple dan mengeringkannya sebagai pembatas buku atau sekedar hiasan dalam toples – toples. Tapi tidak untuk musim kali ini.

Sepasang Mata



Aku menatap tepat didua kornea matanya
Tak hitam pekat, tapi cokelat mempesona
Mata yang jernih dengan tatapan yang teduh
Dengan garis alis yang tidak terlalu tebal tapi mampu menajamkan
Serta bulu mata lentik yang membuatnya semakin mempesona

Ia hanya diam, memandang lurus kearahku dengan tatapan bingung
‘Apa yang kau lakukan, menatapku seperti itu membuatku menjadi aneh’katanya
‘Aku hanya ingin tahu bagaimana kamu membuatku sangat jatuh cinta hanya dengan tatapanmu’ jawabku
Ia hanya diam dan menoleh ke arahku
‘Aku juga ingin tahu bagaimana gadis sepertimu sangat jatuh cinta kepadaku hanya dengan melihat tatapanku’ ia membalikan perkataanku
Sekarang giliran aku yang terdiam, tersipu dan bingung
Ia menertawaiku, lalu mengecup lembut keningku

Maaf untuk luka yang ku hadirkan

Jika saja aku bisa memutar waktu, aku akan lebih memilih untuk tidak mengenalmu,
Untuk tidak mengagumimu yang berlanjut dengan menyayangimu sekeras ini.
Jika saja aku bisa mengulang waktu, aku hanya ingin tak memupuk rindu untukmu dihatiku
Tak akan aku biarkan diriku memasuki nyaman yang kau suguhkan
Dan, jika aku tak mengenalmu dulu.
Aku tak akan merasakan rindu – rindu yang selama ini kujaga melewati waktu dan jarak
Dan aku juga tak akan mencoba pergi karena sering kau abaikan
Aku tak akan sekuat hati melawan rasa tak pedulimu hingga kau luluh
Aku takakan selalu mencoba berlari karena merasa tak pantas untukmu.
Aku telah berada dimana aku lelah dan tak ingin menghiraukan rasa untukmu yang masih melekat dalam hatiku

Musim Tanpa Dirimu

Selamat berbahagia kamu. Dan mungkin ini awal aku menyapamu lagi setelah aku memutuskan untuk pergi. Oh tunggu, jangan berfikir aku akan membuat alasan agar aku bisa kembali bersamamu. Tidak. Aku hanya sedikit mengungkapkan kata hati yang subuh ini tiba – tiba mengingat tentangmu.
Maaf.
Maaf untuk luka yang ku bekaskan dihatimu, maaf untuk tidak lagi menjaga meskipun aku masih ingin, maaf karena pergi untuk alasan yang mungkin tak termaafkan oleh hatimu dan mungkin yang paling menyakitkan adalah aku pergi dengan hati yang lain. Maaf.
Sebelum ini bukankah aku pernah berkata, aku sering melakukannya. Tapi untuk kali ini mungkin tak termaafkan, karena aku pergi begitu jauh dari jangkauanmu. Bisakah sekali lagi aku membela diri untuk apa yang aku lakukan ? jika kamu masih mau mendengarkanku, mungkin itu adalah caraku agar kamu lebih melihat ke arahku dan mengerti hatiku. Ah apa itu terdengar seperti alasan. Terserah apa pemikiranmu, tapi kamu benar, aku menyesal.
Yang perlu kamu tahu, aku merindukanmu. Sangat.
Tak apa jika kali ini kamu mengabaikanku, dan tak apa jika kali ini kamu benar – benar pergi. Berlarilah sekuatmu agar aku tak coba mengejarmu lagi.
Aku hanya ingin memberitahumu, bahwa hatiku mulai mereda. Aku tak lagi mengikat hatiku dengan hati siapapun, dan aku juga mulai tenang tak lagi menunggu apa yang seharusnya tidak kutunggu. Bukankah kamu juga seperti itu, bahagia karena aku tidak lagi memintamu untuk memberi apa yang tidak ingin kamu beri. Dan bukankah sekarang adil bagimu dan bagiku juga.
Aku menyesal, iya. Sangat. Tapi aku juga sedikit tenang karena telah mengakhiri apa yang tidak kita mulai meskipun dengan cara yang tidak aku inginkan, yaitu menyakitimu.

Translate