Selamat
berbahagia kamu. Dan mungkin ini awal aku menyapamu lagi setelah aku memutuskan
untuk pergi. Oh tunggu, jangan berfikir aku akan membuat alasan agar aku bisa
kembali bersamamu. Tidak. Aku hanya sedikit mengungkapkan kata hati yang subuh
ini tiba – tiba mengingat tentangmu.
Maaf.
Maaf
untuk luka yang ku bekaskan dihatimu, maaf untuk tidak lagi menjaga meskipun
aku masih ingin, maaf karena pergi untuk alasan yang mungkin tak termaafkan
oleh hatimu dan mungkin yang paling menyakitkan adalah aku pergi dengan hati
yang lain. Maaf.
Sebelum
ini bukankah aku pernah berkata, aku sering melakukannya. Tapi untuk kali ini
mungkin tak termaafkan, karena aku pergi begitu jauh dari jangkauanmu. Bisakah
sekali lagi aku membela diri untuk apa yang aku lakukan ? jika kamu masih mau
mendengarkanku, mungkin itu adalah caraku agar kamu lebih melihat ke arahku dan
mengerti hatiku. Ah apa itu terdengar seperti alasan. Terserah apa pemikiranmu,
tapi kamu benar, aku menyesal.
Yang
perlu kamu tahu, aku merindukanmu. Sangat.
Tak
apa jika kali ini kamu mengabaikanku, dan tak apa jika kali ini kamu benar –
benar pergi. Berlarilah sekuatmu agar aku tak coba mengejarmu lagi.
Aku
hanya ingin memberitahumu, bahwa hatiku mulai mereda. Aku tak lagi mengikat hatiku
dengan hati siapapun, dan aku juga mulai tenang tak lagi menunggu apa yang
seharusnya tidak kutunggu. Bukankah kamu juga seperti itu, bahagia karena aku
tidak lagi memintamu untuk memberi apa yang tidak ingin kamu beri. Dan bukankah
sekarang adil bagimu dan bagiku juga.
Aku
menyesal, iya. Sangat. Tapi aku juga sedikit tenang karena telah mengakhiri apa
yang tidak kita mulai meskipun dengan cara yang tidak aku inginkan, yaitu
menyakitimu.