Kau
tahu ? aku kini mulai memperhatikanmu
, memperhatiakan setiap pola garismu
, mencari
arti tujuh gradasi warnamu
, dan
mencoba berfikir tentang lengkung ajaibmu.
Apa
kau mencoba menghipnotisku dengan sejuta keindahanmu ? Memberi
pesona indah disetiap senjaku, dan kau
selalu hadir saat hujan dihatiku mulai reda serta membuat
iri para insan disekitarku.
Me
– Ji – Ku – Hi – Bi – Ni – U.
Tujuh
warnamu itu ciptakan romantisme senja ini, menerangi
ruang kosong hati yang masih basah karena hujan itu.
Kau
seakan jelmaan malaikat yang membantuku sadar dari sebuah harapan. Ohh. . GOD apa yang ada difikiranku ? Aku mencoba melukis skema gradasi pelangi itu sementara kanvasku masih ada gambaran sinar Bintang yang terlihat. Ia memang sudah kuhapus, tapi bayangan samar itu masih bisa kulihat, masih ada yang membekas dikanvasku meski kucoba tak peduli.
Pelangi-(ku). .
Kau kah itu ? yang mencoba membuatku melupakan bayang tentang Bintang ?
Kau kah itu ? yang memberiku cahaya lagi setelah kurasa gelap pekat yang tak kunjung pergi ?
dan kau kah itu yang berjanji menghiasai pedihku dengan tujuh pesona warnamu ?
Berhentilah.
.