Aku
menatap tepat didua kornea matanya
Tak
hitam pekat, tapi cokelat mempesona
Mata
yang jernih dengan tatapan yang teduh
Dengan
garis alis yang tidak terlalu tebal tapi mampu menajamkan
Serta
bulu mata lentik yang membuatnya semakin mempesona
Ia
hanya diam, memandang lurus kearahku dengan tatapan bingung
‘Apa
yang kau lakukan, menatapku seperti itu membuatku menjadi aneh’katanya
‘Aku
hanya ingin tahu bagaimana kamu membuatku sangat jatuh cinta hanya dengan
tatapanmu’ jawabku
Ia
hanya diam dan menoleh ke arahku
‘Aku
juga ingin tahu bagaimana gadis sepertimu sangat jatuh cinta kepadaku hanya
dengan melihat tatapanku’ ia membalikan perkataanku
Sekarang
giliran aku yang terdiam, tersipu dan bingung
Ia
menertawaiku, lalu mengecup lembut keningku
Ia
laksana elang bijak dengan kepakan sayap gagahnya
Seperti
mutiara hitam pekat yang menaklukan segalanya
Satu
kedipan yang ia lakukan dengan hati- hati membuatnya terlihat anggun
Oh.
. jika saja matamu itu jurang, aku akan siap untuk terjatuh
Atau
jika saja matamu adalah sebuah samudera, aku akan menenggelamkan diri kepadamu
Maukah
kamu tetap berada disampingku
Karena
berada dalam jangkauanmu adalah ketenangan
Bisakah
hanya kepadaku kamu memberikan tatapan seteduh itu
Berjanjilah
Berjanjilah
tak ada seseorang lagi yang bisa kamu tatap seteduh itu dengan sepasang matamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar