Untuk
tidak mengagumimu yang berlanjut dengan menyayangimu sekeras ini.
Jika
saja aku bisa mengulang waktu, aku hanya ingin tak memupuk rindu untukmu
dihatiku
Tak
akan aku biarkan diriku memasuki nyaman yang kau suguhkan
Dan,
jika aku tak mengenalmu dulu.
Aku
tak akan merasakan rindu – rindu yang selama ini kujaga melewati waktu dan
jarak
Dan
aku juga tak akan mencoba pergi karena sering kau abaikan
Aku
tak akan sekuat hati melawan rasa tak pedulimu hingga kau luluh
Aku
takakan selalu mencoba berlari karena merasa tak pantas untukmu.
Aku
telah berada dimana aku lelah dan tak ingin menghiraukan rasa untukmu yang
masih melekat dalam hatiku
Aku
akan tetap memperhatikanmu meskipun kau tak tahu
Aku
mungkin menghilang,tapi bari do’aku tentangmu selalu hadir diantara syahdunya
malam
Tapi
itu dulu,
Dulu
saat aku benar – benar yakin atas dirimu
Atas
bahagia yang kutunggu, dan berharap menjadi indah
Dulu,
saat aku belum tahu bahwa segalanya bisa berubah kehendak waktu
Untukmu,
aku mungkin telah berhasil membuatmu lebih menyayangiku dibanding aku
menyayangimu
Sekaligus,
aku juga berhasil membuatmu terluka dan membuatmu menjauhiku
Maaf,
tak ada kesengajaan untuk luka yang kubuat, itu diluar kendaliku
Mungkin
semuanya telah berubah, bukan aku tak lagi mempunyai rasa untukmu
Namun
lebih kepada aku yang terus – terusan berpura – pura baik – baik saja
Sampai
akhirnya hati ini mengeluhkan kesahnya kepada jiwaku
Dan
maaf untuk tidak bisa berada disampingmu lagi
Untuk
berjalan bersama setelah banyaknya persimpangan yang menyatukan lagi
Oh,
apa ini sebuah persimpangan lagi ?
Ah
entahlah, tapi aku benar – benar lupa rasanya mempunyai rasa untukmu
Bukan
karena aku, tapi kamu pun membuatku melupakan itu
Jika
ini sebuah persimpangan, apa aku masih mampu bertemu denganmu diujung jalan
nanti.
Tapi
jika ini bukan sebuah persimpangan, semoga akan ada yang lebih baik untukmu dan
untukku juga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar