Menurutmu, Aku dan Kamu itu bagaimana ?
Dari
sekian banyak pertanyaan yang menghampiri sudut – sudut otakku, hanya
pertanyaan ini yang terdengar konyol tapi sulit untuk aku jawab. Bukan karena
aku tak bisa menjawab, hanya saja aku terlalu takut untuk menyiratkan semua
perasaan yang hadir sebulan terakhir ini dalam sebuah tulisan. Takut jika apa
yang kutulis tak sebahagia apa yang sudah kamu berikan.
Sebelumnya, aku tidak pernah tidak
bisa berfikir hanya karena aku jatuh cinta, biasanya dalam perasaan
se(menyenangkan) ini akan ada banyak tulisan – tulisan manis yang kuciptakan.
But not for feeling this one, it’s too strong and specials.
Mungkin aku terlalu menyenangkan
hati dengan mengalihkan semua perhatianku dalam menciptkan bahagia – bahagia untuk kita.
Sayang,
jika kamu bertanya seperti apa kita. Aku akan menjawab bahwa kau adalah angin
yang menerbangkan aku sang bunga ilalang untuk menari dan berbahagia di awan. Kamu
dengan lembut menyelamatkan aku dari terik matahari yang membakar, dan dengan
alunan yang tidak bisa ku mengerti kamu membawaku dalam bahagia yang kamu
ciptakan dengan caramu sendiri. Caramu yang dalam sepersekian detik bisa
mengubah kekeuh pertahananku menjadi satu rasa yang baru kusadari bahwa aku
telah sangat lama menantikan bahagia yang kamu ciptakan.
Kamu memberi satu makna berbeda
dalam cinta yang selama ini aku anggap hanya cerita telenovel yang ada dalam
buku - buku fiksi tentang cinta. Kamu mengubah pertahananku menjadi satu jalan
bahagia dengan alur berbeda yang lebih kupahami, pelan dan pasti. Dalam perasaan
seperti ini aku menyebutmu sebagai sebuah keping bahagia yang tak sengaja hilang
dariku dan kini aku menemukannya lagi dalam biang lala yang Tuhan gariskan
dengan indah.
Mungkin
dalam beberapa hal kita terlalu cepat menyimpulkan sebuah rasa yang hadir dalam
diri kita, tapi percaya atau tidak aku seakan menemukan kembali diriku yang
hilang dalam sosokmu. Kamu tahu ? sebelum aku berubah menjadi ilalang, aku
adalah seseorang yang paling berbahagia dengan kisahku, dengan beberapa mimpi –
mimpi yang indah tentang indahnya sebuah perasaan. Tapi seseorang merusaknya,
menjadikan aku ilalang yang tak banyak orang tahu bahwa sebuah ilalang pun
mempunyai satu istimewa yang tak tertandingi. Ia berdiri tegar melawan hujan badai
dan panas matahari yang sewaktu – waktu bisa merobohkannya. Dan hebatnya ia
bertahan, tetap berdiri sampai kamu datang dan mengajakku menciptakan satu
cerita dalam sebuah perbedaan.
Saat
ini aku bahagia bersamamu, jika kamu menganggap apa yang aku berikan kepadamu
hanya sebuah perasaan biasa, itu salah. Karena rasa sayang ini tulus dari hati
yang pernah tersakiti dan kamu berhasil mengobatinya, menyembuhkan luka dengan
caramu dan membalutnya dengan rindu yang selalu hadir ketika jarak memaksa
pisahkan hati yang sedang berbahagia. Aku percaya kamu, aku percaya kita bukan hanya
berbagi rasa. Tapi saling melengkapi apa yang kita butuhkan. Menjadi sepasang
merpati yang akan tetap terbang bersisian tanpa aku atau kamu yang mendahului.
Tetap
menjadi kamu yang aku kenal sekarang, jangan pernah berubah. Bukankah kita
berjanji tak akan terkalahka oleh jarak dan waktu ? kamu tak akan
mengingkarinya kan ? aku pun begitu. Kita hanya perlu saling mengerti, jujur dan
saling menjaga dalam komitmen yang telah kita buat. Jangan biarkan jarak
menertawakan kita, atau waktu yang akan berpesta melihat kita kalah. Kita
buktikan bahwa kita bukan hanya sekedar bermain dengan perasaan, dan tertawalah
bersamaku untuk jarak dan waktu yang akan kita kalahkan ini.
Untuk
seorang Kapten yang selalu berikanku bahagia, aku titipkan hati ini kepadamu.
Kumpulkanlah jutaan rindu yang akan hadir diantara jarak serta kesempatan yang dalam
beberapa waktu ini akan menghampiri kita.
Berlayarlah. . berlayarlah dengan
membawa dan mejaga hatiku, karena nanti ketika waktu akan menyatukan rindu –
rindu yang telah kita kumpulkan. Aku akan menceritakan padamu bagaimana aku
menjaga hatimu dari hati – hati lain yang mungkin akan menyapaku saat kamu tak
disampingku. Dan jangan pernah berjanji, tapi buktikanlah bahwa kamu pun akan
mencertiakan hal yang sama sepertiku. Bahwa kamu menjaga hatiku dari hati –
hati yang menyapamu disana.
Bagaimana ? apa kamu menerima
tantanganku ? :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar