Minggu, 10 Mei 2015

Goresan dari sebuah pertanyaan hati


Menurutmu, Aku dan Kamu itu bagaimana ?
Dari sekian banyak pertanyaan yang menghampiri sudut – sudut otakku, hanya pertanyaan ini yang terdengar konyol tapi sulit untuk aku jawab. Bukan karena aku tak bisa menjawab, hanya saja aku terlalu takut untuk menyiratkan semua perasaan yang hadir sebulan terakhir ini dalam sebuah tulisan. Takut jika apa yang kutulis tak sebahagia apa yang sudah kamu berikan.
Sebelumnya, aku tidak pernah tidak bisa berfikir hanya karena aku jatuh cinta, biasanya dalam perasaan se(menyenangkan) ini akan ada banyak tulisan – tulisan manis yang kuciptakan. But not for feeling this one, it’s too strong and specials.
Seperti yang kubilang sebelumnya, entah kenapa aku tidak bisa menyiratkan perasaanku dalam sebuah tulisan sebulan terakhir ini, iya dalam sebulan masa bahagia bersamamu.
Mungkin aku terlalu menyenangkan hati dengan mengalihkan semua perhatianku dalam menciptkan  bahagia – bahagia untuk kita.
            Sayang, jika kamu bertanya seperti apa kita. Aku akan menjawab bahwa kau adalah angin yang menerbangkan aku sang bunga ilalang untuk menari dan berbahagia di awan. Kamu dengan lembut menyelamatkan aku dari terik matahari yang membakar, dan dengan alunan yang tidak bisa ku mengerti kamu membawaku dalam bahagia yang kamu ciptakan dengan caramu sendiri. Caramu yang dalam sepersekian detik bisa mengubah kekeuh pertahananku menjadi satu rasa yang baru kusadari bahwa aku telah sangat lama menantikan bahagia yang kamu ciptakan.
Kamu memberi satu makna berbeda dalam cinta yang selama ini aku anggap hanya cerita telenovel yang ada dalam buku - buku fiksi tentang cinta. Kamu mengubah pertahananku menjadi satu jalan bahagia dengan alur berbeda yang lebih kupahami, pelan dan pasti. Dalam perasaan seperti ini aku menyebutmu sebagai sebuah keping bahagia yang tak sengaja hilang dariku dan kini aku menemukannya lagi dalam biang lala yang Tuhan gariskan dengan indah.
Mungkin dalam beberapa hal kita terlalu cepat menyimpulkan sebuah rasa yang hadir dalam diri kita, tapi percaya atau tidak aku seakan menemukan kembali diriku yang hilang dalam sosokmu. Kamu tahu ? sebelum aku berubah menjadi ilalang, aku adalah seseorang yang paling berbahagia dengan kisahku, dengan beberapa mimpi – mimpi yang indah tentang indahnya sebuah perasaan. Tapi seseorang merusaknya, menjadikan aku ilalang yang tak banyak orang tahu bahwa sebuah ilalang pun mempunyai satu istimewa yang tak tertandingi. Ia berdiri tegar melawan hujan badai dan panas matahari yang sewaktu – waktu bisa merobohkannya. Dan hebatnya ia bertahan, tetap berdiri sampai kamu datang dan mengajakku menciptakan satu cerita dalam sebuah perbedaan.
Saat ini aku bahagia bersamamu, jika kamu menganggap apa yang aku berikan kepadamu hanya sebuah perasaan biasa, itu salah. Karena rasa sayang ini tulus dari hati yang pernah tersakiti dan kamu berhasil mengobatinya, menyembuhkan luka dengan caramu dan membalutnya dengan rindu yang selalu hadir ketika jarak memaksa pisahkan hati yang sedang berbahagia. Aku percaya kamu, aku percaya kita bukan hanya berbagi rasa. Tapi saling melengkapi apa yang kita butuhkan. Menjadi sepasang merpati yang akan tetap terbang bersisian tanpa aku atau kamu yang mendahului.
Tetap menjadi kamu yang aku kenal sekarang, jangan pernah berubah. Bukankah kita berjanji tak akan terkalahka oleh jarak dan waktu ? kamu tak akan mengingkarinya kan ? aku pun begitu. Kita hanya perlu saling mengerti, jujur dan saling menjaga dalam komitmen yang telah kita buat. Jangan biarkan jarak menertawakan kita, atau waktu yang akan berpesta melihat kita kalah. Kita buktikan bahwa kita bukan hanya sekedar bermain dengan perasaan, dan tertawalah bersamaku untuk jarak dan waktu yang akan kita kalahkan ini.
Untuk seorang Kapten yang selalu berikanku bahagia, aku titipkan hati ini kepadamu. Kumpulkanlah jutaan rindu yang akan hadir diantara jarak serta kesempatan yang dalam beberapa waktu ini akan menghampiri kita.
Berlayarlah. . berlayarlah dengan membawa dan mejaga hatiku, karena nanti ketika waktu akan menyatukan rindu – rindu yang telah kita kumpulkan. Aku akan menceritakan padamu bagaimana aku menjaga hatimu dari hati – hati lain yang mungkin akan menyapaku saat kamu tak disampingku. Dan jangan pernah berjanji, tapi buktikanlah bahwa kamu pun akan mencertiakan hal yang sama sepertiku. Bahwa kamu menjaga hatiku dari hati – hati yang menyapamu disana.
Bagaimana ? apa kamu menerima tantanganku ? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate