Seperti ombak yang tak pernah lelah
merindukan pantai meskipun gelap membutakan malam,
Harusnya rindu juga selalu memperkuat
meskipun jarak masih tak mampu mendamaikan.
Seperti senja yang menenggelamkan
matahari dengan lembayung jingganya,
Seperti itulah rindu seharusnya
tercipta hingga mengalahkan ego yang membara.
Bukan seperti ombak yang selalu
menghantam pertahanan karang, dan menghancurkannya berkeping – keping.
Atau bukan pula seperti merah
menyalanya senja yang membakar habis birunya langit.
Rindu tak sejahat itu.
Ia seperti musim semi, menumbuhkan
kembali benih – benih cinta hingga tercipta bunga – bunga yang indah.
Meskipun sebelumnya, musim gugur yang
teramat panjang mematahkan ranting – ranting yang tak kuat,
Tapi akan selalu ada musim semi dengan
aroma tanah basah yang menyejukan.
Rindu adalah sebuah ilusi perasaan.
Kau hanya perlu mengenali rindumu,
Menanamkannya dalam sebentuk hatimu
Menjaganya dari ego yang akan
merusaknya
Hingga pada akhirnya kau akan menuainya
dengan kebahagiaan.
Waktu yang akan menguji bagaimana
rindumu,
Karena hanya waktu pula yang akan
mempertemukan rindumu
Jadi, jika kau menginginkan rindumu
dipertemukan
Bertahanlah. .
Jagalah rindumu agar ia tak hancur
termakan waktu.
Kau akan tahu bagaimana waktu akan
dengan indah mempertemukan dua rindu yang terangkai rapi itu menjadi sebuah
kebahagiaan atas izin penciptanya.
Dan dengarkan ini, ‘caramu bertahan
adalah caramu menciptakan sendiri bagaimana kau akan berakhir dengan rindumu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar