Jumat, 18 September 2015

Rindu

Seperti ombak yang tak pernah lelah merindukan pantai meskipun gelap membutakan malam,
Harusnya rindu juga selalu memperkuat meskipun jarak masih tak mampu mendamaikan.
Seperti senja yang menenggelamkan matahari dengan lembayung jingganya,
Seperti itulah rindu seharusnya tercipta hingga mengalahkan ego yang membara.
Bukan seperti ombak yang selalu menghantam pertahanan karang, dan menghancurkannya berkeping – keping.
Atau bukan pula seperti merah menyalanya senja yang membakar habis birunya langit.
Rindu tak sejahat itu.
Rindu seperti halnya sebuah musim,
Ia seperti musim semi, menumbuhkan kembali benih – benih cinta hingga tercipta bunga – bunga yang indah.
Meskipun sebelumnya, musim gugur yang teramat panjang mematahkan ranting – ranting yang tak kuat,
Tapi akan selalu ada musim semi dengan aroma tanah basah yang menyejukan.

Rindu adalah sebuah ilusi perasaan.
Kau hanya perlu mengenali rindumu,
Menanamkannya dalam sebentuk hatimu
Menjaganya dari ego yang akan merusaknya
Hingga pada akhirnya kau akan menuainya dengan kebahagiaan.

Waktu yang akan menguji bagaimana rindumu,
Karena hanya waktu pula yang akan mempertemukan rindumu
Jadi, jika kau menginginkan rindumu dipertemukan
Bertahanlah. .
Jagalah rindumu agar ia tak hancur termakan waktu.
Kau akan tahu bagaimana waktu akan dengan indah mempertemukan dua rindu yang terangkai rapi itu menjadi sebuah kebahagiaan atas izin penciptanya.


Dan dengarkan ini, ‘caramu bertahan adalah caramu menciptakan sendiri bagaimana kau akan berakhir dengan rindumu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate