Sabtu, 01 Februari 2014

Just a hope.... :)



                     “ Kau tetaplah bayang abu – abu yang menghamburkan lalu menghempaskan “

            Masih ada sejuta kata cinta yang takmampu ku ungkap ketika kau pergi. Ini masih tentang perasaan yang tak bisa kukendalikan semudah aku mengatur nafas agar tak tersenggal.

Dulu kauterlihat sangat nyata hadir mewarnai hariku, hingga sekarang aku sadar bahwa kau adalah fatamorgana dalam siklus cintaku. Kau hadir seperti Oase yang terlihat diluasnya gurun yang sangat gersang.

Dan kini selalu ada bayang yang tak bisa kulihat jelas karena kau memang Fatamorgana.

            Aku sulit memahami perasaanku sendiri. Mengapa begini ? Kenapa harus terjadi ? Bagaimana bisa dia melakukanini padaku ?. Terlalu banyak pertanyaan yang mengelilingi otak ku, mungkin karena dia telah jauh membawaku terbang dengan rasa cinta, namun setelah aku mulai menikmati indahnya semua hal yang kita lalui kini dia melepasku, sendiri jatuh tak beralaskan.

Untuk apa kau ucap kata cinta yang terangkai rapi saat kita bersama. Untuk apa pula harapan itu kau beri, jika itu hanya sebuah harap semu.

“ Mengapa Tuhan mempertemukan kita bila ahirnya hanya mendatangkan luka ? “ hatiku terus meronta meminta jawab.

Dan salah satu dari diriku yang lain menjawab “ Karena Tuhan punya rencana yang indah untukmu. Tuhan selalu berikan yang terbaik diahir, agar kau tahu perjalananmu sebelum bertemu

yang terbaik sebagai pelajaran bagimu. “ ia tersenyum lembut kepadaku.

“ Apa kautetap tak sadar mengapa dia tak memilihmu ? kau dan dia sangatlah berbeda, tak seharusnya kau berpikir dia menginginkan seseorang sepertimu. “ egoku menertawakanku dan mengganggu emosiku.

“ Cinta itu real tercipta dari Tuhan, tidak ada alasan apapun jika Tuhan telah menghendaki cintaNya pada 2 insan yang saling mencintai. Cinta menyatukan perbedaan, cinta tak memandang siapa kita dan bagaimana keadaan kita. Itulah cinta yang datang atas izinNya. “ lagi – lagi diriku yang lain menenangkan jiwaku.

            Perang dalam hatiku terus berlanjut.Tapi kini diriku yang lain memenangkannya, aku berusaha menjauhkan egoku dalam hal cinta. Bukankah bila ada ego dihati cinta akan menjauh pergi.

Aku berpikir kadang cinta itu terlalu sulit dimengerti, kenapa harus ada harapan kalau memang ahirnya harapan itu sia - sia. Sekarang kau adalah kenangan bagiku, bukan mimpi yang dulu ingin sekali aku wujudkan. Meski dihati masih ada sedikit khayal tentangmu tapi semua itu hanya akan tertinggal dihati. Aku akan tetap berjalan, tak ada alasan aku berhenti hanya sebuah harap kosong. Aku belajar dalam harap yang tak pasti :)



15 Juli 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate