“ Kau tetaplah bayang abu – abu
yang menghamburkan lalu menghempaskan “
Masih ada sejuta kata cinta yang takmampu ku ungkap ketika kau pergi. Ini masih
tentang perasaan yang tak bisa kukendalikan semudah aku mengatur nafas agar tak
tersenggal.
Dulu
kauterlihat sangat nyata hadir mewarnai hariku, hingga sekarang aku sadar
bahwa kau adalah fatamorgana dalam siklus cintaku. Kau hadir seperti Oase
yang terlihat diluasnya gurun yang sangat gersang.
Dan
kini selalu ada bayang yang tak bisa kulihat jelas karena kau memang
Fatamorgana.
Aku sulit memahami perasaanku sendiri. Mengapa begini ? Kenapa harus terjadi ?
Bagaimana bisa dia melakukanini padaku ?. Terlalu banyak pertanyaan yang
mengelilingi otak ku, mungkin karena dia telah jauh membawaku terbang dengan
rasa cinta, namun setelah aku mulai menikmati indahnya semua hal yang kita lalui
kini dia melepasku, sendiri jatuh tak beralaskan.
Untuk
apa kau ucap kata cinta yang terangkai rapi saat kita bersama. Untuk apa
pula harapan itu kau beri, jika itu hanya sebuah harap semu.
“
Mengapa Tuhan mempertemukan kita bila ahirnya hanya mendatangkan luka ? “ hatiku
terus meronta meminta jawab.
Dan
salah satu dari diriku yang lain menjawab “ Karena Tuhan punya rencana yang indah untukmu. Tuhan selalu berikan yang terbaik diahir, agar kau tahu perjalananmu sebelum
bertemu
yang terbaik
sebagai pelajaran bagimu. “ ia tersenyum lembut kepadaku.
“ Apa
kautetap tak sadar mengapa dia tak memilihmu ? kau dan dia sangatlah berbeda,
tak seharusnya kau berpikir dia menginginkan seseorang sepertimu. “
egoku menertawakanku dan mengganggu emosiku.
“
Cinta itu real tercipta dari Tuhan, tidak ada alasan apapun jika Tuhan telah
menghendaki cintaNya pada 2 insan yang saling mencintai. Cinta menyatukan
perbedaan, cinta tak memandang siapa kita dan bagaimana keadaan kita. Itulah
cinta yang datang atas izinNya. “ lagi – lagi diriku yang lain menenangkan
jiwaku.
Perang dalam hatiku terus berlanjut.Tapi kini diriku yang lain memenangkannya,
aku berusaha menjauhkan egoku dalam hal cinta. Bukankah bila ada ego dihati
cinta akan menjauh pergi.
Aku
berpikir kadang cinta itu terlalu sulit dimengerti, kenapa harus ada harapan
kalau memang ahirnya harapan itu sia - sia. Sekarang kau adalah kenangan
bagiku, bukan mimpi yang dulu ingin sekali aku wujudkan. Meski dihati masih ada
sedikit khayal tentangmu tapi semua itu hanya akan tertinggal dihati. Aku akan
tetap berjalan, tak ada alasan aku berhenti hanya sebuah harap kosong. Aku
belajar dalam harap yang tak pasti :)
15 Juli 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar