”Aliran darah kita
sama, dan syarat hidup kita juga tercipta dari rahim yang sama, dari sosok ibu
hebat yang selalu kita rindukan”.
Dua kuncup itu tak seperti pinang dibelah dua, bukan
seperti bulan dan bintang yang menerangi malam. Tapi dua kuncup itu adalah bunga mawar yang
tumbuh dipangkuan tangkai yang teramat sangat kuat. Iya tangkai itu sangat kuat
walau angin dan hujan menerpanya berkali – kali. Ia tak izinkan siapapun
menyentuh dua kuncup kesayangannya, dan tak akan lepaskan dua kuncup yang kini
menjadi bagian hidupnya.
Tapi tidak, ,
Semua itu berubah, ,
Semua itu tersingkir oleh takdir, ,
Takdir yang dulu menurut kuncup pertama tak adil, ,
Iya
tak adil, dulu sang kuncup pertama mengira Tuhan jahat. Apa kalian menduga ? dua kuncup kecil
itu kehilangan tangkainya,tangkai yang belum seutuhnya mengajarkan aturan hidup
yang benar kepada dua kuncupnya, tangkai yang seharusnya memberi pengertian atas dasar - dasar perjalanannya nanti. Kini Ia telah tumbang setelah beberapa kali
merasakan rapuh dan hampir jatuh. Ia memang tetap berjuang melawan kerapuhan
itu sampai ahirnya Tuhan berkata lain, Tuhan inginkan tangkai cantik itu
menghiasi surgaNya. Dan pada saat itulah kuncup pertamanya mulai merasa Tuhan
tak adil dalam hal ini, Apa Tuhan lupa bahwa tangkai itu masih mempunyai dua
kuncup kecil yang harus dijaga ? TIDAK. Tuhan takan lupa itu. Tuhan tak akan
sekejam itu, tapi lebih karena Tuhan tahu dua kuncup itu masih bisa mekar tanpa
tangkai disisinya. Tuhan telah siapkan keindahan saat nanti dua kuncup itu
mekar menjadi dua mawar cantik yang bersahaja. Itu pemikiran paling hebat yang
dibuat oleh kuncup pertama atas kesedihan yang berlarut saat itu.
Dan real, itu fakta. Kini dua kuncup itu tetap
tumbuh dengan tangkai lain yang masih seakar dengan tangkai aslinya, walau tak
sekuat tangkai sebelumnya tapi tangkai yang menopang dua kuncup saat ini tak buruk,
Ia berikan kasih dan sayangnya walau kadang durinya menyakiti dan sempat
melukai dua kuncup itu, tapi setidaknya itu kewajaran karena kita masih
dibilang ‘kuncup’ kecil.
Dua kuncup itu
tak pernah tahu aturan hidup yang sesungguhnya, hanya melihat, mendengar dan
mencoba menerapkan pada hidup keduanya. Sampai kini kuncup pertama itu memiliki 19
kelopak yang cantik dan tumbuh kokoh seperti tangkainya dulu, sedangkan kuncup
kedua mempunyai 14 kelopak yang sangat mempesona dan terlihat kuat dari kuncup
pertama.
Harus aku akui, kuncup kedua itu
teramat sangat cantik dari kuncup pertama, Ia mengalahkan bintang yang terang
sekalipun, dan Ia tak ubahnya sosok tangkai yang bersahaja, siapapun yang
melihatnya akan jatuh cinta, entah itu kumbang, kupu – kupu atau bahkan sang melati
sekalipun.
Dulu
hanya ada tangkai kuat itu dalam janji kuncup pertama untuk menjaganya tapi setelah tangkai itu
tak lagi hadir diantara du kuncup itu, sekarang hanya ada kuncup kecil itu yang akan kuncup pertam jaga. Ia adalah
harta terbesar yang dimiliki,menjadi kuncup yang akan kucup pertama pertahankan
keindahannya sampai Ia menemukan hidupnya nanti.
Sebenarnya tangkai itu juga tak
benar – benar pergi, karena Ia selalu mengawasi dua kuncup tercintanya dari
atas sana. Ia pasti bahagia melihat mereka (dua kuncupnya) perlahan mekar dan
mulai berwarna. Warna dua kuncup yang belum sempurna menjadi setaangkai mawar
itu terlihat asing tapi menarik, sangat menarik malah.
Salam hangat dan penuh kerinduan
untuk tangkai yang mungkin kini sedang melihatku menulis, kita (dua kuncupmu)
tak akan berhenti sebelum bisa menjadi sosok kuat sepertimu. Terimakasih telah
berikan 8 tahun bersama kuncup pertama dan 2 tahun bersama kuncup kedua.
Mungkin itu memang waktu yang teramat singkat, tapi bagi dua kuncup itu adalah
waktu dimana kasih sayang sejati terukir indah. Terutama untuk kuncup pertama
yang lebih lama merasakan kasih sayang tangkainya.
Kau tetap dihati dua kuncupmu yang mulai mekar, tak
akan pernah terhapus oleh tangkai lain atau akar lainnya.*Note : Tangkai kuat itu menjadikan dua kuncup itu sama kuat dan berwarna menjadi dua mawar sempurna (We Love You MOM) :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar