Jumat, 28 Maret 2014

Kuncup Yang Mulai Mekar. .



”Aliran darah kita sama, dan syarat hidup kita juga tercipta dari rahim yang sama, dari sosok ibu hebat yang selalu kita rindukan”.

Dua kuncup itu tak seperti pinang dibelah dua, bukan seperti bulan dan bintang yang menerangi malam. Tapi dua kuncup itu adalah bunga mawar yang tumbuh dipangkuan tangkai yang teramat sangat kuat. Iya tangkai itu sangat kuat walau angin dan hujan menerpanya berkali – kali. Ia tak izinkan siapapun menyentuh dua kuncup kesayangannya, dan tak akan lepaskan dua kuncup yang kini menjadi bagian hidupnya.
Tapi tidak, ,
Semua itu berubah, ,
Semua itu tersingkir oleh takdir, ,
Takdir yang dulu menurut kuncup pertama tak adil, ,
Iya tak adil, dulu sang kuncup pertama mengira Tuhan jahat. Apa kalian menduga ? dua kuncup kecil itu kehilangan tangkainya,tangkai yang belum seutuhnya mengajarkan aturan hidup yang benar kepada dua kuncupnya, tangkai yang seharusnya memberi pengertian atas dasar - dasar perjalanannya nanti. Kini Ia telah tumbang setelah beberapa kali merasakan rapuh dan hampir jatuh. Ia memang tetap berjuang melawan kerapuhan itu sampai ahirnya Tuhan berkata lain, Tuhan inginkan tangkai cantik itu menghiasi surgaNya. Dan pada saat itulah kuncup pertamanya mulai merasa Tuhan tak adil dalam hal ini, Apa Tuhan lupa bahwa tangkai itu masih mempunyai dua kuncup kecil yang harus dijaga ? TIDAK. Tuhan takan lupa itu. Tuhan tak akan sekejam itu, tapi lebih karena Tuhan tahu dua kuncup itu masih bisa mekar tanpa tangkai disisinya. Tuhan telah siapkan keindahan saat nanti dua kuncup itu mekar menjadi dua mawar cantik yang bersahaja. Itu pemikiran paling hebat yang dibuat oleh kuncup pertama atas kesedihan yang berlarut saat itu.
Dan real, itu fakta. Kini dua kuncup itu tetap tumbuh dengan tangkai lain yang masih seakar dengan tangkai aslinya, walau tak sekuat tangkai sebelumnya tapi tangkai yang menopang dua kuncup saat ini tak buruk, Ia berikan kasih dan sayangnya walau kadang durinya menyakiti dan sempat melukai dua kuncup itu, tapi setidaknya itu kewajaran karena kita masih dibilang ‘kuncup’ kecil.
           Dua kuncup itu tak pernah tahu aturan hidup yang sesungguhnya, hanya melihat, mendengar dan mencoba menerapkan pada hidup keduanya. Sampai kini kuncup pertama itu memiliki 19 kelopak yang cantik dan tumbuh kokoh seperti tangkainya dulu, sedangkan kuncup kedua mempunyai 14 kelopak yang sangat mempesona dan terlihat kuat dari kuncup pertama.
            Harus aku akui, kuncup kedua itu teramat sangat cantik dari kuncup pertama, Ia mengalahkan bintang yang terang sekalipun, dan Ia tak ubahnya sosok tangkai yang bersahaja, siapapun yang melihatnya akan jatuh cinta, entah itu kumbang, kupu – kupu atau bahkan sang melati sekalipun.
Dulu hanya ada tangkai kuat itu dalam janji kuncup pertama untuk menjaganya tapi setelah tangkai itu tak lagi hadir diantara du kuncup itu, sekarang hanya ada kuncup kecil itu yang akan kuncup pertam jaga. Ia adalah harta terbesar yang dimiliki,menjadi kuncup yang akan kucup pertama pertahankan keindahannya sampai Ia menemukan hidupnya nanti.
            Sebenarnya tangkai itu juga tak benar – benar pergi, karena Ia selalu mengawasi dua kuncup tercintanya dari atas sana. Ia pasti bahagia melihat mereka (dua kuncupnya) perlahan mekar dan mulai berwarna. Warna dua kuncup yang belum sempurna menjadi setaangkai mawar itu terlihat asing tapi menarik, sangat menarik malah.
            Salam hangat dan penuh kerinduan untuk tangkai yang mungkin kini sedang melihatku menulis, kita (dua kuncupmu) tak akan berhenti sebelum bisa menjadi sosok kuat sepertimu. Terimakasih telah berikan 8 tahun bersama kuncup pertama dan 2 tahun bersama kuncup kedua. Mungkin itu memang waktu yang teramat singkat, tapi bagi dua kuncup itu adalah waktu dimana kasih sayang sejati terukir indah. Terutama untuk kuncup pertama yang lebih lama merasakan kasih sayang tangkainya.
Kau tetap dihati dua kuncupmu yang mulai mekar, tak akan pernah terhapus oleh tangkai lain atau akar lainnya.

*Note : Tangkai kuat itu menjadikan dua kuncup itu sama kuat dan berwarna menjadi dua mawar sempurna (We Love You MOM) :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate