Bisakah kau berhenti melarikan diri dariku, sebentar saja.
aku
hanya ingin melihat matamu.
Karena
entah mengapa aku begitu merindukanmu,
mungkin
kau berfikir : bagaimana mungkin aku masih bisa merindukanmu setelah luka yang
ku goreskan sangat dalam dan membekas.
Entahlah.
.
Bahkan
aku rasa aku masih sangat menginginkanmu, dan ingin mengobati luka itu.
Bisakah
kau melihatku sebentar ?
Aku
rindu ketika kau memperhatikanku,
aku
rindu kalimat - kalimat sederhanamu,
aku
rindu menunggu musim untuk bertemu denganmu
aku
rindu bercerita padamu tentang bagaimana aku menghabiskan hariku untuk
merindukanmu,
aku
rindu bagaimana jarak dan waktu membuat kita tak saling sapa,
aku
rindu dirindukan olehmu, dan aku rindu merindukanmu seperti dulu.
Dulu
selalu ada jalan menuju pulang, se-tersesat apapun hatiku dan hatimu.
Entah
itu jarak yang membuatku menyerah, atau jenuh yang membuatmu marah,
tapi
selalu ada tuntunan untuk kembali pulang.
Aku
selalu menemukan jalan pulang menuju-mu,
Entah
seberapa banyak luka, dan ucapan 'aku pergi, karena jarak dan waktu ini
membuatku lelah'
atau
bagaimana pun aku bosan menunggu satu pasti dari mu,
tapi
aku selalu berhasil menuju mu lagi, pulang ke hatimu.
Sadarkah
kau, aku selalu menunggumu. Ditempat yang sama.
Aku tak
beranjak dalam waktu yang lama,
bahkan
ketika aku membuatmu patah, aku masih tetap tak beranjak dari tempatku,
Menuggumu.
Aku tak
benar - benar menyakitimu, tak pernah bisa.
Bagaimana
mungkin secepat itu kau berlari ketika hatimu pun enggan untuk pergi.
Bisakah
kau melihatku lagi ? mempercayaiku lagi ?
karena
luka itu tak sebanding dengan bagaimana aku menginginkanmu, sampai saat ini,
tak
sebanding dengan harapan - harapan yang telah kita panjatkan.
Karena
telah begitu banyak musim yang telah kita lewatkan,
Sadarlah.
.
Berhentilah
untuk mencoba berlari dariku lagi,
karena
secepat apapun kau berlari, aku akan berusaha mengejarmu.
Dan
jika memang kau akan tetap berlari sejauh yang kau mau,
biarkan
aku tetap dibelakangmu, sampai aku benar - benar lelah untuk mengejarmu lagi.
Sampai
aku tahu bahwa kau tak akan pernah menungguku lagi.
Jika
memang tak bisa lagi menyelamatkan apapun tentang 'kita',
selamatkan
lah hatimu dari luka yang ku goreskan,
dan aku
akan mencoba menyelamatkan hatiku atas pengharapan maafmu..
di
antara rindu yang selalu gagal kuungkapkan,
di
dalam rasa canggung yang belum kupahami,
tolong...
jangan pergi.
I miss
you, a long time..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar