Tak ada yang benar – benar datang untuk menetap,
Pun
tak ada yang benar – benar beranjak untuk pergi.
Datang,
kemudian pergi.
Lalu
pergi namun datang (lagi).
Entah
dengan seseorang yang sama atau yang baru,
Namun
perpisahan hanyalah jalan untuk memulai kembali
Untuk
sesuatu yang sementara kita tinggalkan, atau. .
Sesuatu
yang baru saja akan kita temukan.
Bagian
termanis dari perpisahan adalah ditemukan kembali,
oleh
seseorang yang sama ataupun seseorang yang baru.
Sebab
menemukan tak selalu menyenangkan.
Mungkin
saja perpisahan membawamu untuk menemukanmu lagi apa yang telah kamu tinggalkan
atau meninggalkanmu dan memulainya lagi dari awal.
Atau
bahkan. .
Menemukanmu
dengan seseorang yang telah meninggalkan atau ditinggalkan olehmu, namun tak
ada harapan untuk memulai kembali.
Sebab
ia telah bahagia dengan seseorang yang lain.
Barangkali
benar, bahwa perpisahan adalah perihal untuk menemukan sebuah kenyataan atasmu
atau atas dirinya.
Dalam
sebuah perpisahan, kata ‘seandainya’ mungkin akan lelah kau ucapkan.
Rasanya
seperti banyak kesempatan untukmu waktu
itu, padahal nyatanya tidak.
Kenyataan
terkadang tidak sesuai dengan keinginan, bukan ?
Namun
perpisahan itu pasti.
Karena
pertemuan adalah jalan untuk menuju perpisahan
Entah
perpisahan untuk menuju kehidupan yang abadi
Atau.
.
Perpisahan
untuk menemukan kebahagiaan yang baru bersama seseorang yang lain.
Memang,
perpisahan akan meninggalkan luka
Namun
akan ada pertemuan yang akan menyembuhkan luka itu.
Lalu
setelah lukamu terobati, perpisahan akan membuka luka itu kembali. Dan lagi,
pertemuanlah yang akan mengobatinya. Begitulah seterusnya.
Hanya
saja, bagiku. .
Perpisahan
termanis adalah mengetahui bahwa kita pernah benar – benar ada.
Sebelum
akhirnya kita sama – sama meninggalkan luka,
Lalu
ditemukan oleh seseorang yang baru.
Sebab.
.
Kita
tak lagi mempunyai harapan untuk memulai kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar