Senin, 05 Juni 2017

Perpisahan Termanis


Tak ada yang benar – benar datang untuk menetap,
Pun tak ada yang benar – benar beranjak untuk pergi.
Datang, kemudian pergi.
Lalu pergi namun datang (lagi).
Entah dengan seseorang yang sama atau yang baru,
Namun perpisahan hanyalah jalan untuk memulai kembali
Untuk sesuatu yang sementara kita tinggalkan, atau. .
Sesuatu yang baru saja akan kita temukan.
Bagian termanis dari perpisahan adalah ditemukan kembali,
oleh seseorang yang sama ataupun seseorang yang baru.
Sebab menemukan tak selalu menyenangkan.
Mungkin saja perpisahan membawamu untuk menemukanmu lagi apa yang telah kamu tinggalkan atau meninggalkanmu dan memulainya lagi dari awal.
Atau bahkan. .
Menemukanmu dengan seseorang yang telah meninggalkan atau ditinggalkan olehmu, namun tak ada harapan untuk memulai kembali.
Sebab ia telah bahagia dengan seseorang yang lain.

Barangkali benar, bahwa perpisahan adalah perihal untuk menemukan sebuah kenyataan atasmu atau atas dirinya.
Dalam sebuah perpisahan, kata ‘seandainya’ mungkin akan lelah kau ucapkan.
Rasanya seperti banyak kesempatan untukmu waktu  itu, padahal nyatanya tidak.
Kenyataan terkadang tidak sesuai dengan keinginan, bukan ?
Namun perpisahan itu pasti.
Karena pertemuan adalah jalan untuk menuju perpisahan
Entah perpisahan untuk menuju kehidupan yang abadi
Atau. .
Perpisahan untuk menemukan kebahagiaan yang baru bersama seseorang yang lain.
Memang, perpisahan akan meninggalkan luka
Namun akan ada pertemuan yang akan menyembuhkan luka itu.
Lalu setelah lukamu terobati, perpisahan akan membuka luka itu kembali. Dan lagi, pertemuanlah yang akan mengobatinya. Begitulah seterusnya.
Hanya saja, bagiku. .
Perpisahan termanis adalah mengetahui bahwa kita pernah benar – benar ada.
Sebelum akhirnya kita sama – sama meninggalkan luka,
Lalu ditemukan oleh seseorang yang baru.
Sebab. .
Kita tak lagi mempunyai harapan untuk memulai kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate