Aku
pernah terjatuh dalam – dalam di hati seseorang karena terlalu percaya
Aku
pernah tertusuk karena terlalu jujur pada perasaanku sendiri
Aku
pernah mencintai orang yang sama berkali – kali, meskipun akhirnya gagal.
Dan,
,
Aku
pernah merasakan jatuh cinta berulang kali dengan orang yang berbeda, namun
semuanya berlalu begitu cepat,
Seperti
saat ini.
Bertemu
denganmu adalah hal yang menyenangkan,
Hingga
aku lupa, egoku berjalan terlalu dalam.
Hari
– hari berlalu, namun waktu terus membeku.
Semi
yang baru kita mulai, namun kemarau yang ku rasakan.
Aku
coba menjalani, dan mencoba lupa bahwa aku tak menginginkanmu,
Percuma
saja, rasa ini enggan berpihak.
Di
luar sana segala lika – liku percintaan terlihat semakin rumit,
Saat
kau datang dengan tawamu, itu membiusku.
Mungkin
saja ilusiku tentangmu terlalu sempurna, hingga lagi – lagi aku tertipu oleh
perasaanku sendiri untuk alasan memiliki.
Setiap
kali aku mengatakan bahwa aku mencintaimu, seketika aku tahu ternyata berbohong
itu membuatku sesak.
Memang,
awalnya engkau ku inginkan.
Sebab
hatiku tidak terbiasa dengan perhatian – perhatian yang kau berikan
Namun
sekarang aku takut dengan rasaku, sebab dalam 2 arti; mencintai dan merasa nyaman
adalah sesuatu yang berbeda.Dan lagi – lagi aku terjebak diantar keduanya.
Aku
seperti menjadi pemeran antagonis dalam kisah ini,
Mengajakmu
terbang bersama, namun akhirnya kau merasa ku jatuhkan.
Aku
kira aku mencintaimu dan merasa begitu dicintai olehmu, sebelum akhirnya aku
sadar bahwa semua itu keliru.
Aku
tahu kau berfikir bahwa ini drama ; aku yang pura – pura mencintaimu, hingga
kau mencintaiku. Lalu kau terluka sendirian.
Tapi
percayalah, tidak hanya kau saja yang terluka, sebab pada akhirnya aku dihakimi
oleh hatiku sendiri karena terlalu ceroboh memberikan kesempatan.
Dan
pada akhirnya kita ada di akhir cerita yang menyakitkan.
Maaf
karena telah membuatmu lebih mencintaiku, sedangkan aku tak merasakannya.
Maaf,
sebab kisah ini harus berakhir disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar