Aku
mencintai, dia tidak.
Dia
mencintaiku, aku tidak.
Aku dan
dia saling mencintai.
Sebab
cinta adalah usaha menyembuhkan yang patah, sekaligus sebuah alasan untuk
mematahkan.
Aku
menunggu, dia tak sadar.
Aku
pergi, dia menahanku.
Barangkali
menunggu lalu pergi membuat seseorang sadar, bahwa dibalik kata menunggu selalu
ada ‘mematahkan’ dan ‘Aku mencintai, dia tidak’ yang harus
diselesaikan dengan ‘mari berjalan
bersama, barangkali saat senja nanti kita bisa saling mencintai’, karena
dengan begitu yang patah akan saling menyembuhkan.
Sebab
cinta tak akan jauh dari dua perumpamaan di atas. Karena resiko mencintai
seseorang adalah berani terluka. Dan resiko dicintai adalah berani membuat luka.
Itulah
salah satu bahagianya kamu tercipta menjadi manusia, kamu bisa menentukan
pilihan. Meskipun pada akhirnya pilihan itu yang akan menentukan bahagia atau
tidaknya keputusanmu nanti. Satu dari sekian banyak kegelisahan yang akan
membuatmu menentukan pilihan. Antara dicintai dan mencintai, antara menunggu
dan ditunggu, dan antara patah atau mematahkan.
Kamu
boleh jatuh cinta kepada siapa saja, tapi cinta berhak memilih kemana ia akan
berlabuh. Sebab cinta memang tak mempunyai batas, tapi cinta juga membatasi.
Ketika
kamu jatuh cinta, akan ada waktu dimana kamu harus siap untuk terluka. Dan
setiap kamu mengalami patah hati, kamu hanya butuh kata ‘siap’ untuk jatuh
cinta lagi. Begitulah cinta hidup, jika kamu tak setuju. Aku tak peduli.
Sebab
setiap orang memiliki caranya masing – masing untuk merayakan jaatuh cinta dan
jatuh luka. Tapi masing – masing itu selalu sama, hanya butuh kata siap untuk
memulainya lagi. Sepahit apapun ia terluka.
Berani
untuk jatuh cinta, takut kehilangan. Dua ungkapan yang seharusnya terpisah,
namun hati selalu mengemasnya dalam satu paket. Tak terpisahkan.
Jika
cinta memberimu sebuah pilihan untuk memiliki atau bersatu ? kamu pilih yang
mana ? aku harap kamu memilih yang kedua, sebab yang pertama itu menyiksa. Dan
aku tak ingin melihatmu tersiksa, karenaku atau karena yang lain.
Terlalu
banyak teori tentang cinta, bagaimana jika kita sederhanakan saja. Aku ingin
bersamamu. Mari berjalan bersama J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar